Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin memberikan sambutan dalam penyerahan SK Menteri Agama untuk 13 Ma'had Aly di Pesantren Tebuireng (30/05/2016)
Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin memberikan sambutan dalam penyerahan SK Menteri Agama untuk 13 Ma’had Aly di Pesantren Tebuireng (30/05/2016)

tebuireng.online– Senin (30/05/2016) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng mengadakan wisuda ke-3 di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3 Pesantren Tebuireng. Menteri agama dan jajaran lembaga di bawah naungannya menjadi tamu dalam wisuda kali ini. Tidak hanya itu, Kementrian Agama juga akan meresmikan 13 Ma’had Aly di Indonesia menjadi lembaga formal setingkat perguruan tinggi Islam. Dirjen Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI, Kamaruddin Amin menjadi salah satu pembicara di acara tersebut.

Beliau menjelaskan bahwa peresmian ini bukanlah tanpa alasan, tetapi adalah sebuah produk yang lahir setelah mengalami proses dan kajian yang sangat panjang. “Tentu kita sangat berharap bahwa Ma’had Aly akan melahirkan ar rosikhuna fil ‘ilmi atau mutafaqqihuna fid din,” tambah beliau.

“Di antara kohesi yang strategis dan monumental yang kali ini oleh bapak Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin diambil adalah menformalkan, merevitalisasi the begin transion yang sudah berjalan di pondok pesantren. Yaitu dengan formalisasi Ma’had Aly menjadi sebuah lembaga formal. Tujuannya tentu tidak lain adalah mainstreaming, pengarusutamaan peran pondok pesantren dalam kehidupan, keberagaman kolektif umat Islam Indonesia,” ujar Kamarudin dalam awal sambutan.

“Saya sering menyampaikan pada teman-teman yang terlibat dalam merintis Ma’had Aly ini bahwa kita menginginkan Ma’had Aly ke depan menjadi world class institution, lembaga yang berkelas Internasional,” ucap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag ini. Maksud dari world class institution adalah tidak perlu masuk 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia, tetapi bagaimana buku dan literatur yang dibaca di seluruh dunia juga dibaca di Ma’had Aly.

Ada tradisi yang menarik, lanjut beliau, mirip dengan tradisi di pesantren yakni tradisi akademik di Hauzah Ilmiah di Qom Iran. Tanpa melihat dia syiah atau sunni tetapi tradisi akademik yang ada di sana sungguh luar biasa, misalnya seorang yang belajar tafsir, dia akan menjadi ahli filsafat juga. Ini juga yang diharapkan dari Ma’had Aly, seumpama yang sudah diberi amanat Ushul Fiqh maka ilmu-ilmu tradisional Islam yang lain juga menjadi kajian dan keahlian mereka.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia juga mengungkakpan bahwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, selalu menyampaikan dan memberi arahan kepada Dirjen Pendis agar memberi afirmasi kepada Ma’had Aly, bukan hanya afirmasi regulasi tetapi juga afirmasi budget atau anggaran dana. “Kami merencanakan tahun kemarin untuk menganggarkan setiap Ma’had Aly, untuk diberikan anggaran satu milyar untuk operasional. Tetapi karena ada pengurangan anggaran, maka insyaallah separuhnya. Di tahun ini untuk tahun pertama, mudah-mudahan di tahun selanjutnya bisa lebih dari itu,” papar Kamaruddin dibarengi tawa hadirin mendengar kata “pengurangan dana”.

Beliau berharap perwakilan 13 Ma’had Aly ini hadir di acara tersebut hanya membawa distingsi atau perbedaan fokus pendidikan, tetapi punya ekselensi dan keunggulan yang bisa dibanggakan dan menjadi solusi terhadap segala permasalahan yang dihadapi umat Islam di Indonesia, sekarang dan di masa yang akan datang. (Sutan/Abror)

SebelumnyaSalam untuk Para Pendahulu
BerikutnyaGus Sholah: Ma’had Aly Penerus Tradisi Akademik Pesantren