Nyai Farida Salahuddin sedang bercanda dengan sahabatnya Mitsuko Nanke saat kuliah umum, Minggu (12/03/2017)

Tebuireng.online—Keramahan dan kehangatan Nyai Farida Salahuddin dalam menyambut sahabatnya yang datang ke Tebuireng terlihat sejak masuk beliau memasuki ruang pertemuan gedung KH. Yusuf Hasyim lantai II (Minggu, 12/03/2017). Tidak sendiri, beliau datang bersama sahabat lamanya dari Jepang, Mitsuko Nanke, yang berkesempatan untuk memberikan kuliah umum berjudul Coaching Theory.

Selain memberikan kuliah umum mengenai pentingnya self-image, pasangan sahabat tersebut juga menyinggung kisah persahabatan mereka yang telah terjalin selama 20 tahun. Nyai Farida menceritakan, ketika Mitsuko menyempatkan diri mampir ke Pesantren Tebuireng, terkadang beliau tidak dapat menemuinya karena sedang berada di luar kota. Namun suatu ketika setelah kembali dari Yogyakarta, beliau mendapatkan cokelat favoritnya dari sahabatnya asal Negeri Matahari Terbit tersebut, yang dititipkan di satpam. Tak lupa, sahabatnya tersebut menitipkan pesan kepada satpam pondok untuk menyimpannya di freezer. Nyai Farida pun berterima kasih dan mencium pipi wanita berkerudung merah muda itu.

Istri pengasuh Pesantren Tebuireng juga mengingatkan pentingnya persahabatan, seperti yang dialami beliau ketika datang ke Jepang. Temannya datang jauh-jauh dari Kyoto ke Tokyo untuk menemui Nyai Farida karena mengkhawatirkan beliau dan KH. Salahuddin Wahid yang tinggal di hotel fasilitas dari panitia, yang menurutnya tidak pantas.

“Jadi Itu sekali lagi karena persahabatan sehingga 300 km saja, ibu Satomi datang ke tempat saya nginep. Jadi pesan saya kepada Anda semua, jagalah kalau punya sahabat. Itu akan menguntungkan. Jadi Gus Sholah sahabatnya banyak. Bisa membangun pesantren ini karena ditolong oleh sahabat-sahabatnya.”

Kepada Tebuireng Online, wanita asal Chiba ini menceritakan awal persahabatannya dengan Nyai Farida. Awal persahabatannya dimulai ketika dirinya bertemu Nyai Farida ketika sedang melakukan penelitian mengenai keadaan pesantren di kantor Muslimat NU, Tebet. Ia juga berterima kasih karena Nyai Farida-lah yang mengantarkan ke pesantren, terutama di Jawa Timur. Semenjak itulah persahabatan mereka terpupuk.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta:          Farha Kamalia

Publisher:        Farha K.

SebelumnyaDoa Cak Jahlun
Berikutnya250 Tenaga Kesehatan Ikuti Lokakarya Pencegahan Bayi Lahir Tuli