Panglima TNI Hadi Tjahjanto silaturahmi ke Pesantren Tebuireng disambut langsung oleh KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) di Dalem Kasepuhan Tebuireng, Kamis (20/6/19). (Foto: Amin Zein)

Tebuireng.online– Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut demokrasi harusnya berlangsung hangat. Saat ini di era digital, pesta demokrasi telah dibumbui oleh hoaks atau kabar bohong yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Demokrasi itu harus berlangsung hangat. Sekarang ini demokrasi dibumbui oleh kabar-kabar hoaks,” ungkap Panglima TNI saat dialog bersama KH. Salahuddin Wahid dan beberapa alim ulama Jawa Timur di Pesantren Tebuireng pada Kamis (20/6/19).

Hadi menyebut perkembangan teknologi telah menyebabkan banyak perubahan di kalangan masyarakat, baik yang positif maupun negatif. Sangat mudah bagi orang untuk membuat dan menyebarkan berita hoaks.

Oleh karena itu Panglima yang juga cucu Kiai Masykur Singosari Malang itu meminta agar para ulama ikut membantu proses perjalanannya demokrasi yang hangat dengan menjaga empat pilar negara, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Panglima menambahkan jika permasalahan yang cukup serius dialami oleh negeri ini adalah terorisme dan perebutan teritorial di Laut China Selatan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Untuk itu panglima meminta doa kepada para ulama yang hadir agar dapat menjalankan amanah menangani permasalahan tersebut.

Pewarta: M. Abror Rosyidin

Publisher: RZ

SebelumnyaGus Sholah: Umat Islam Harus Mementingkan Persatuan Bangsa
BerikutnyaPanglima TNI Berharap Indonesia Selalu Aman dan Tenang