
Tebuireng.online— Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Pesantren Tebuireng pada Rabu (27/5/2026) tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana pembelajaran nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan bagi santri maupun masyarakat.
Di lokasi penyembelihan gedung Yusuf Hasyim, Mudir Bidang Pondok dan Diniyah Tebuireng, H. Lukman Hakim menjelaskan bahwa hewan kurban tahun ini berasal dari berbagai pihak, mulai dari pejabat hingga masyarakat umum.
Baca Juga: Tebuireng Sebar Ribuan Kupon Daging Kurban untuk Masyarakat
“Beberapa berasal dari pejabat, presiden, gubernur Jawa Timur, pengasuh Tebuireng, PWNU, masyarakat, hingga wali santri,” ujarnya.
Menurutnya, distribusi daging kurban tidak hanya diperuntukkan bagi lingkungan pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar agar keberkahan Idul Adha dapat dirasakan bersama.
“Masyarakat juga mendapatkan bagian. Harapan kami Tebuireng ke depannya tetap bisa menyalurkan hewan kurban sebagai pembelajaran bahwa kita harus belajar memberi, bukan hanya menerima,” katanya.

Ia menambahkan, hikmah utama dari ibadah kurban adalah melatih manusia untuk mampu mengendalikan hawa nafsu dan menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah.
“Hikmah dari kurban ini adalah melepaskan nafsu supaya diberikan keikhlasan dan kesabaran dalam melaksanakan ibadah,” ungkapnya.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Ikuti Shalat Idul Adha 1447 H di Pesantren Tebuireng
Dalam proses pembagian, panitia tetap mempertahankan tradisi penggunaan besek bambu untuk wadah distribusi daging kurban. Selain menjadi ciri khas Tebuireng, penggunaan besek dinilai lebih aman dan ramah lingkungan.
“Tiap tahun kita membagikan sekitar 2.000 besek. Kenapa memilih besek? Supaya lebih higienis, tidak ada zat kimianya, dan pastinya ramah lingkungan,” jelasnya.
Tradisi kebersamaan para santri juga tampak dalam kegiatan memasak dan makan bersama usai pembagian daging kurban. Menurut H. Lukman Hakim, tradisi “nyate bareng” telah menjadi kegiatan rutin tahunan di setiap kamar santri.
“Kalau tradisi nyate bareng ini sudah setiap tahun dilaksanakan perkamar,” tuturnya.
Ia memperkirakan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban akan selesai dalam waktu tiga hari.

Sementara itu, Kepala Pondok Putra Tebuireng, Ustadz Slamet Habib mengatakan bahwa semangat kurban meneladani kisah Nabi Ibrahim a.s., yang ikhlas menjalankan perintah Allah.
“Mengikuti Nabi Ibrahim yang memiliki keikhlasan dalam pengorbanan itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyembelihan.
Baca Juga: Gema Takbir dan Festival Bedug Tebuireng Disambut Antusias Ribuan Warga
Ia menjelaskan bahwa daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar, karyawan, serta pihak-pihak yang membantu selama proses penyembelihan berlangsung.
“Yang membantu-bantu juga dari masyarakat sekitar, nantinya mereka juga mendapat bagian,” katanya.

Ustadz Habib menambahkan, biasanya proses penyembelihan dimulai sejak pukul 06.00 pagi. Namun khusus hari pertama Idul Adha, kegiatan dimulai lebih siang karena seluruh panitia terlebih dahulu melaksanakan Sholat Id.
Baca Juga: Tebuireng Sebar Ribuan Kupon Daging Kurban untuk Masyarakat
“Biasanya mulai pagi jam enam, tapi hari pertama ini karena habis Sholat Id dulu, jadi dimulai agak siang,” jelasnya.


















