Cahaya Islam di Oseania
Sumber gambar: khazanah.republika.co.id

Tentang Oseania

Oseania adalah suatu wilayah geografis atau geopolitis yang merupakan kumpulan dari sejumlah kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik dan sekitarnya. Oseania merupakan bagian bumi yang sering dianggap sebagai benua dengan luas area daratan terkecil dan jumlah populasi terkecil kedua setelah Antartika.

Sekarang, Oseania terdiri dari 16 negara berdaulat dan 17 daerah dependensi dan otonom. Keenambelas Negara berdaulat tersebut adalah Australia, Fiji, Indonesia, Kiribati, Kepulauan Marshal, Federasi Mikronesia, Nauru, Selandia Baru, Republik Palau, Papuan Nugini, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu. Sedangkan 17 daerah Dependensi dan Otonomnya adalah Samoa Amerika, Kepulauan Ashmore dan Cartier, Kepulauan Cook, Kepulauan Laut Koral, Pulau Paskal, Polinesia Prancis, Guam, Hawai, Kaledonia Baru, Niue, Pulau Norfolk, Kep. Mariana Utara, Kep. Pitcairn, Tokelau, Wallis dan Futuna, Kep. Luar Minor (AS), dan Kep. Ogasawara (Jepang).

Sebagian besar wilayah Oseania terdiri dari negara-negara kepulauan yang kecil. Australia adalah satu-satunya negara oseania yang kontinental, sedangkan Papua Nugini dan Timor Leste adalah negara yang memiliki perbatasan darat, di mana keduanya berbatasan dengan Indonesia. Sekarang Oseania terdiri dari beberapa negara.

Islam Masuk di Oseania

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Islam telah diperkenalkan di beberapa wilayah di Oseania, setidaknya selama 400 tahun (sejak 1600). Ketika orang-orang Papua Nugini dan Papua Barat menjalin hubungan dagang dengan Cina dan Kerajaan Malaysia, di awal 1600-an, kehadiran Islam dirasakan di Oseania untuk pertama kalinya. Selain itu pada abad 16-18-an banyak pedagang dari Melayu dan China muslim yang berdagang ke wilayah Ocenia, khususnya yang termasuk dalam wilayah Melanisia seperti Papua Nugini dan Solomon.

Bagian lain dari Oseania tidak merasakan kehadiran Islam sampai 1800-an. Sebagai contoh, umat Islam pertama di Fiji muncul ketika Muslim migran datang dengan kapal yang merupakan buruh yang dibawa oleh penjajah ke Fiji pada tahun 1879. Muslim terdiri dari 22% dari jumlah penumpang kapal Leoniadas yang pertama kali datang ke Fiji tersebut.

Keadaan Muslim di Oseania

Oseania dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Polynesia dan Melanisia. Negara-negara Melanisia seperti Solomon, Papua Nugini, Fiji, Keledonia Baru, dan Vanuatu, masyarakatnya lebih banyak yang telah mengenal Islam dari pada Negara-negara Polynesia seperti Tonga, Polinesia Prancis, Cook Island, Tuvalu, Samoa, Hawai, dan Selandia Baru. Hal itu disebabkan kedekatan Melanisia dengan Negara-negara Islam seperti Indonesia, Filiphina Selatan, dan Malaysia, sedangkan Polynesia lebih dekat dengan kebudayaan dan agama orang-orang barat.

Sebagai contoh, seperti yang disebutkan dalam buku “Muslim Population in Oceania” karya Houssain Kettani, jumlah muslim di Cook Island sebagai bagian dari Polynesia ditaksir jumlah muslimin di kepulauan tersebut sekitar 0,10 persen dari total penduduk sekitar 15 ribu jiwa. Angka perkiraan tersebut didapat dari data sensus yang menunjukkan terdapat 616 orang atau sekitar 4,10 persen yang mengakui agama selain yang terdaftar. Perlu diketahui bahwa saking sedikitnya pemeluk agama Islam, dalam sensus penduduk Islam tidak masuk dalam daftar pilihan agama.

Berbeda dengan Papua Nugini, penduduk muslim di tetangga Indonesia tersebut mengalami perkembangan pesat sejak masuk pertama kali sekitar tahun 1972/1973. Menurut ABC News, pada akhi 2008, jumlah Muslim di Papua Nugini telah mencapai lebih dari 4.000 jiwa. Bahkan, sebuah laporan yang dikutip situs tersebut mengatakan pernah terjadi perpindahan agama yang dilakukan bersama-sama oleh penduduk di berbagai desa. Hal itu membuat jumlah Muslim Papua Nugini meningkat secara signifikan. Bahkan disana terdapat beberapa organisasi atau komunitas muslim, seperti Medio 2009 dan Islamic Society of Papua New Guinea (ISPNG).

Beberapa negara di Oseania, terutama Australia, agama Islam sebagai agama terbesar ketiga mereka, setelah agama Kristen dan Buddha. Dengan perkiraan saat ini, ada 500.000 umat Islam di Oseania selain Indonesia (340.000 di Australia, 36.000 di Selandia Baru, 62.500 di Fiji, 6.350 di Kaledonia Baru, 2.000 (4000 jiwa versi ABC News) di Papua Nugini, 350 di pulau-pulau Solomon, 200 di Vanuatu, 100 di Tonga, nomor kecil di Kiribati dan Samoa.
Menurut artikel 2007 di Pacific Magazine, berjudul “Green Moon Rising”, Islam telah mengalami peningkatan yang substansial di Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Kaledonia Baru. Ada ribuan orang yang mengasimilasi adat dan budaya mereka dengan Islam di Melanesia.

Ada juga sekitar 400 Muslim di Republik Palau yang diperbolehkan pemerintah baru-baru ini. Mereka adalah etnis Uighur yang ditahan di Teluk Guantanamo dan menetap di negara kepulauan dengan luas 200 km itu.
Di dunia, Islam memang mengalami perkembangan pesat, terutama di Amerika dan Eropa. Citra Islam yang banyak dinodai oleh para ekstrimis dan teroris tak bisa mengubah fakta bahwa sebenarnya Islam adalah agama damai dan toleran. Perkembangan pesat Islam di Oseania dan belahan bumi lain menjadi bukti bahwa Islam semakin diterima di hati penduduk dunia. Wallahu a’lam. (Abror)

*Disarikan dari beberapa sumber, di antarana, id.wikipedia.org, republika.co.id, muslimpopulation.com, dan abc.net.au.

SebelumnyaSebelas Macan Tuan Hasan
BerikutnyaPelatihan Pembinaan dan Pengamanan oleh Kamtibmas Jombang