sumber ilustrasi: tribunnews.com

Oleh: Dimas Setyawan*

Definisi Maulid Nabi Muhammad SAW

Secara bahasa maulid Nabi memiliki arti kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Adapun menurut terminologi maulid Nabi Muhammad SAW adalah mengungkapkan rasa gembira dengan bersyukur kepada Allah SWT atas karunia dan rahmat sebagai kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada alam semesta dengan kelahiran Baginda Nabi Muhammad sebagai Nabi akhir zaman yang menuntut umatnya menuju rida dan rahmat Allah SWT. Adapun mengungkapkan rasa syukur dengan cara melakukan hal-hal yang baik semisal membaca Al-Quran, membaca shalawat, sedekah, beristighfar, dan lain sebagainya sangatlah dianjurkan.

Dalil Maulid Nabi

قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Katakanlah dengan karunia Allah SWT dan RahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah SWT dan RahmatNya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS.Yunus: 58)

أخبر نا زيادة بن أيوب، قال : حدثنا هشيم، قال : حدثنا أبو بشر، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس، قال : لما قدم النبي صلى الله عليه وسلم المدينة وجد اليهود يصومون يوم عاشوراء فسئلوا عن ذلك فقالوا: هذا اليوم الذي أظهر فيه موسى وبني إسرائيل على فرعون ونحن نصومه تعظيما له، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : نحن أولى بموسى منكم وأمر بصيامه. (السنن الكبرى النساء ئي ج ٣ / ص ٠٣٢)

“Ziyad bin Ayyub memberikan informasi kepada kami, Husyaim telah menceritakan kepada kami, Abu Basyar telah menceritakan kepada kami, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibni Abbas berkata. Ketika Baginda Rasul saw tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa di hari Asyura’, mereka di tanya tentang hal itu. Lalu mereka menjawab, “Di hari ini, Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada Nabi Musa dan Bani Israil atas Fir’aun. Kami berpuasa untuk mengagungkannya”. Lalu Rasulullah saw bersabda, ”Kami lebih berhak untuk mengikuti Nabi Musa as dibanding dengan kalian”. Beliau saw lantas memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu. (As-Sunan Al-Kubra, Jilid.3, H.230)

حدثنا علي بن عبد الله، حدثنا سفيان، حدثنا أيوب السختيا ني، عن ابن سعيد بن جبير، عن أبيه، عن ابن عباس رضي الله عنهما، أن النبي صلى الله عليه وسلم، لما قدم المدينة، وجدهم يصومون يوما، يعني عاشوراء، فقالوا : هذا يوم عظيم، وهو يوم نجى الله فيه موسى، وأغرق آل فرعون، فصام موسى شكرا لله، فقال {أنا أولى بموسى منهم}  فصامه وأمر بصيامه. (صحيح البخاري ج ٤ / ١٥٣)

“Ali bin Abdillah telah menceritakan kepada kami, Ayyub As-Sakhtiyani menceritakan kepada kami, dari Ibni Said bin Jubair, dari bapaknya, dari Ibnni Abbas ra. Sungguh baginda Nabi Muhammad saw ketika datang di Madinah mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa Asyura’. Mereka berkata, “Hari ini adalah hari yang agung, dimana pada hari ini Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan menenggelamkan keluarga Fir’aun. Kemudian Nabi Musa as berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah’. Kemudian baginda Nabi Muhammad bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Nabi Musa as dari pada mereka.” Kemudian beliau saw berpuasa dan memerintahkan puasa pada hari itu. (Shahih Al-Bukhari, Jilid. 4 h. 153)

Para Sahabat Menperingati Maulid Nabi

فقد كان الصحابة الراشدون يجتمعون في بيوتهم ومساجدهم وبينهم نبيهم ويتناشدون الاشعار ويتذكرون الاخبار ويأكلون ويشربون فمن زعم ان الاجتماع الخالي من الحرام بدعة فقد اخطأ فإن البدعة التي تبتدع في الدين وليس هذا من ذلك. (الرسائل السلفية ص ٤٦)

“Para sahabat yang mendapatkan pentujuk berkumpul di rumah-rumah dan masjid-masjid mereka. Di antara mereka ada nabi mereka. Para sahabat membaca syair-syair dan membaca sejarah-sejarah, minum dan makan, barangsiapa yang beranggapan bahwa perkumpulan yang di dalamnya tidak ada keharaman adalah bid’ah maka mereka sungguh benar-benar salah. Karena bid’ah yang dilarang adalah suatu yang nilai bi’dah dalam agama, dan perkumpulan ini bukanlah bagian dari itu (Ar-Rasa’il As-Salafiyah, h.46)

*Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

 

SebelumnyaBupati Jombang Ungkap Kontribusi Santri pada HSN BEM Unhasy
BerikutnyaSisi Penting Perhatikan Edukasi Kesehatan di Pesantren