Beginilah Cara Allah Menjawab Doa Kita

Sumber foto: http://arryrahmawan.net/3-cara-allah-dalam-menjawab-doa/

Oleh: Silmi Adawiyah*

Berdoa adalah tanda kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Ditimpa masalah, ia langsung lari dan berdoa kepada-Nya, tidak lagi update status di sosial media. Visualnya memang Allah tidak serta merta mengerti apa yang kita alami, namun sejatinya Allah lebih dekat daripada urat nadi kita. Karena itu, berdoalah dalam situasi apapun. Jangan dicancel apa yang telah didoakan, berdoalah dan terus bergeraklah hingga Allah membereskan semuanya.

Bukankah Allah SWT menurunkan ayat yang  patut untuk direnungkan dalam QS Al-Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Allah menjawab doa setiap hambaNya dengan berbagai cara. Tidak semuanya dijawab “ÿa” dan disegerakan apa yang dimintanya. Namun Allah menjawab doa hambaNya dengan pilihan terbaikNya dan sesuai dengan waktuNya. Bukankah Allah lebih mengerti mana yang terbaik untuk hambaNya? Bisa jadi  kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik untukmu, begitupun sebaliknya.  Jika setiap hambaNya mengerti dan memahami ini, maka tentunya ia akan terus banyak berdoa dan banyak meminta pada Allah. karena setiap doa yang dipanjatkan tidak sia-sia dan pasti bermanfaat. Segala sesuatu yang Allah karuniakan, itulah yang terbaik.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

 ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal”. Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad )

🤔  5 Kesalahan dalam Wudhu yang Jarang Disadari

Dari keterangan hadis tersebut, kita bisa memahami bahwa Allah menjawab doa seorang hamba dengan tiga cara. Pertama dengan menjawab “ya” lantas memberikan apa yang diminta karena sudah layak mendapatkannya. yang seperti ini karena memang sudah terbaik menurutNya, Allah maha tahu kapan dan bagaimana seharusnya menjawab setiap permintaan hambaNya.

Kedua,  Allah berkata “tunggu” dan Dia akan memberikan yang terbaik untuk kita asalkan kita mau bersabar dan tawakal (ditunda). Disinilah Allah mengajarkan kita untuk tidak berpputus asa dalam mengharapkan rahmatNya. Allah tidak memanjakan manusia dengan langsung mengabulkan setiap doa hambaNya, melainkan Allah juga melihat seberapa besar manusia mau memperbaiki dirinya sambil menunggu jawaban doanya.

 Ketiga,  Allah berkata “tidak” dan Dia akan memberikan kita sesuatu yang lebih baik dari do’a kita (diganti dengan yang lain). Tidak wajar jika ada seseorang yang kecewa lantaran doanya dijawab dengan sesuatu tang tidak diharapkan. Bukankah hanya Allah yang maha tahu mana yang terbaik untuk hambaNya? Berdoalah, karena Tuhan akan memeluk setiap doa yang kita panjatkan.


*Alumnus Unhasy Tebuireng dan PP Putri Walisongo Cukir.