Mudir 1 Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, KH. Musta’in Syafi’ie menyebut bahwa Nabi Muhammad sering melakukan Puasa Sunnah di bulan Sya’ban. (Foto: Syarif)

Tebuireng.online— Diantara bulan yang dimuliakan Allah yaitu Sya’ban. Mudir 1 Pesantren Madrasah Quran (MQ) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH. A Mustain Syafi’ie menyebutkan salah satu bukti kemulian Sya’ban yaitu Nabi Muhammad SAW banyaknya berpuasa sunah pada bulan ini.

Terdapat hadis nabi ‘alaihi wa sallam tentang memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, bahkan termasuk puasa sunah terbanyak yang beliau lakukan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Hadis tersebut diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari istri nabi bernama Aisyah radhiallahu ‘anha.

“Amalan utama di bulan Sya’ban yang utama adalah puasa sesuai hadis
‎لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa sya’ban sebulan penuh,” katanya saat mengisi kajian rutinan di Pesantren Al-Maarij Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Kamis (11/4).

Dikatakannya, Nabi Muhammad punya kebiasan puasa beberapa hari dalam setiap bulannya. Dan pada bulan Sya’ban yang paling banyak nabi berpuasa setelah bulan Ramadan. Karena bulan Ramadan nabi puasa sebulan penuh.

“Dan ibu Aisyah tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadan, dan juga tidak melihat nabi berpuasa yang lebih sering dari bulan Sya’ban,” tambah Kiai Mustain.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Beberapa puasa yang bisa dilakukan di bulan Sya’ban yaitu puasa sebanyak tiga hari di setiap bulan Hijriyah, puasa Senin dan Kamis, serta puasa Daud yaitu sehari puasa dan sehari tidak berpuasa

Puasa ini bisa dilakukan di permulaan bulan Sya’ban, atau tengah bulan dan di akhir bulan. Bila dilaksanakan tiga hari pada tanggal 13, 14 dan 15, maka disebut dengan puasa Ayyamul Bidh.

“Bisa mencontoh nabi untuk amalan bulan Sya’ban, dimana nabi itu tidak pernah puasa sunah sebulan penuh tapi paling banyak ya di bulan Sya’ban puasanya,” tandasnya.

Pewarta: Syarif Abdurrahman
Publisher: RZ

SebelumnyaHotman Paris Jadi Pemateri, Peserta Seminar Nasional Membeludak
BerikutnyaMahasiswa Jombang Meminati Dunia Kaligrafi