Amaliah Menjemput Malam Lailatul Qadar

laylatul-qadr

Oleh: Ustadz Yusuf Suharto*

Malam kemuliaan atau lebih dikenal dengan “Lailatul Qadar” adalah malam diturunkannya Al Qur’an kepada baginda Nabi Muhammad. Kata “Lailah” artinya adalah malam, sedangkan kata “Qadar” artinya ketentuan. Jadi Lailatul Qadar adalah malam kententuan.

Mengapa? Karena pada malam itu, Allah SWT menetapkan ketentuan segala macam urusan, hukum atau peraturan Allah, rezeki, ajal (batas usia semua orang), dan segala apa yang terjadi pada malam itu sampai Lailatul Qadar pada tahun yang akan datang.

Pada malam Lailatul Qadar atau malam ketentuan-ketentuan Allah SWT juga melahirkan dan menampakkan kesemuanya itu kepada para malaikat, sekaligus memberikan tugas kepada mereka sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu agar menulis apa-apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT dalam masa tahun itu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

AllahSWT mengenalkan mereka pada ketentuan-ketentuan tersebut, maksudnya dalam pengenalan ketentuan Allah SWT itu bukan untuk merubahnya, karena ketentuan-ketentuan Allah SWT telah ditentukan pada zaman azali yakni sebelum terciptnya langit dan bumi.

Al alim al allamah Ahmad bin Muhammad as Showi dalam kitab tafsirnya halaman 455 Juz 4 berbicara tentang malam lebih baik dari 1000 bulan ini. Beliau merupakan pengarang Tafsir as Showi yang memberi catatan kaki terhadap kitab Tafsir Jalalain.

Sebaiknya bagi orang-orang yang kurang mampu untuk beribadah dalam waktu yang panjang di malam hari, hendaklah ia memilih bacaan-bacaan pendek yang mempunyai pahala besar, semisal ayat kursi. Ayat kursi merupakan ayat yang paling utama dalam Al Quran.

بِسم الله الرحمن الرحيم، اللهم اني اقدم اليك بين يدي كل نفس ولمـحمة وطرفة يطرف بها أهل المسوات وأهل الارض وكل شيء هو فى علمك كائن او قد كان أقدم اليك بين يدي، اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Barang siapa membaca akhir surat al Baqarah di malam hari, maka ayat tersebut akan mencukupinya/menjaminya ia tercatat telah qiyamul lail.

لله مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (284) آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Membaca surat az Zalzalah satu kali pahalanya sebanding dengan membaca separuh dari al Qur’an. Dibaca 2 kali:

🤔  Shalat Tasbih dan Tata Cara Melaksanakannya

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6) فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8

Membaca surat Al Kafirun satu kali sama halnya membaca seperempat Al Qur’an, dibaca 4 kali.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6

Membaca surat al Ihlash satu kali sama halnya membaca sepertiga Al Qur’an.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

Bacaan tasbih ini ringan diucapkan, berat dalam timbangan amal, disukai dzat yang maha rohman.

سبْحَانَ اللهِ وَالحَمدُ لله وَلاَ الَه إِلَا اللهُ وَاللهُ أَكْبَر

Membaca istighfar ini diampuni dosanya sebanyak mukmin dan mukminat sebanyak 27 kali.

استغفر الله للمؤمنين والمؤمنات

Umat yang paling dikenal Nabi dan paling berhak mendapat syafaat beliau adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat. Barang siapa membaca shalawat satu kali maka Allah menulisnya sepuluh kebaikan. Doa ini dibaca 100 kali.

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ

Barang siapa membaca kalimat ini tiga kali setiap malam, maka seolah ia menemukan pahalanya yang sama dengan Lailatul Qadar dan dibaca 3 kali setiap malam.

لَا إله إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Doa ini merupakan doa di malam Lailatul Qadar dengan dibaca 100x

اللهم إِنَّكَ أَنْتَ عَفْوٌ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّا يَا كَرِيْمُ

Barang siapa membaca kalimat ini sesungguhnya ia telah membuat 70 malaikat tersibukkan menulis pahalanya selama 1000 hari.

جَزَى اللهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ خَيْرًا جَزَى اللهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَسَلَّمَ مَا هُوَ أَهْلُهُ 3 × جَزَى اللهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلَ مَا جَزَى عَنْ أُمَّتِهِ.

Surat Yasin merupakan surat yang sangat banyak sekali faidahnya, surat ini merupakan satu-satunya surat yang masih ada di surga, surat ini merupakan qolbul qur’an (hatinya Al Qur’an), surat yasin bisa dimaksudkan untuk segala kebutuhan dunia dan akhirat.

Tidak kalah pentingnya adalah menjaga shalat subuh dan isya’ berjamaah, karena barang siapa yang menjaga dua jama’ah tersebut, ia telah mengambil bagian yang sempurna dari lailatul qodar, sebab pahala jamaah isya’ sama seperti beribadah separo malam, kemudian jika jamaah subuh ia sama halnya menggenapi separuh yang lain.


*Ketua Aswaja NU Center Jombang