Personil al Jalalah Junior bersama pembinanya, Ustadz Hilmi Muhammad, dan sejumlah alumni Tebuireng di Surabaya merayakan kemenangan mereka dalam Festival al Banjari Jawa Timur dalam di ITS Surabaya pada Sabtu (18/11/2017).

Teburieng.online— Lagi, prestasi kembali ditorehkan oleh santri-santri Pesantren Tebuireng dalam bidang seni al Banjari. Grup kebanggaan Pesantren Tebuireng,  al Jalalah Junior dari Madrasah Aliyah Salafiyyah Syafi’iyyah (MASS) Tebuireng sukses menyabet juara 1 Festival al Banjari se-Jawa Timur dalam rangka Dies Natalis ke-57 Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, pada Sabtu (18/11/2017).

Dalam perlombaan ini, panitia penyelenggara Festival al Banjari se -Jatim membaginya menjadi dua kategori, yaitu tingkat Pelajar SMA se-derajat dan Umum. “Alhamdulillah kita menjadi terbaik dari yg terbaik. karena festival kemarin di bagi menjadi dua babak, ada penyisihan dan juga final. Dari 25 peserta tingkat pelajar dan umum, akan di pilih 5 terbaik yang kemudian akan di lanjutkan ke babak final,” ujar Pembina Ekstrakurikuler al Banjari MASS, Ustasdz Hilmy Muhammad.

Ia tak memungkiri, sebelum pengumuman personel al Jalalah sudah merasa pesimis dahulu, untuk dapt melaju ke babak final, mengingat selama Festival berlangsung, tampak semua peserta menampilkan penampilan terbaiknya dan sangat memukau juri dan hadirin. “Dan alhamdulillah ternyata kita lolos melaju ke babak final dan menduduki urutan pertama di babak penyisihan dari 25 peserta tingkat pelajar,” ujar punggawa Grup al Banjari al Jalalah Senior itu.

setelah diumumkannya bahwa grup al Jalalah lolos ke babak final, lanjutnya, mereka langsung berlatih sesuai dengan rancangan saat sebelum berangkat, karena babak final dilaksanakan setelah tingkat umum selesai yaitu dimulai pukul 20.00 WIB.

Pada babak final, al Jalalah melantunkan lagu Yammim Nahwa al Madinah dan juga menyanyikan jinggel yang harus dilagukan pada babak final. Pada laga final itu, al Jalalah yang sukses menjadi Juara 1 Festival al Banjari ITS Surabaya dan juga berhak juga mendapatkan Piala Rektor ITS. Mereka menggeser juara bertahan dua tahun berturut-turut (2015-2016), Hubbul Amin dari Pesantren al Amin Mojokerto, yang gagal masuk final sebab terkena pengurangan nilai.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mereka juga mengunguli grup lain yang, seperti as Syufiyah di posisi ke-2, al Ghozali di posisi ke-3, al Muqtasima di posisi ke-4, dan Nurul Hikmah di posisi ke-5. Dengan pencapaian tersebut, vokalis utama al al Jalalah junior, Budi Andi Padri mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah kita hari ini bisa memborong 2 piala sekaligus. Selain mendapat tropi juara 1, kita juga mendapat Piala Rektor ITS bergilir yang diberikan langsung oleh Rektor ITS Surabaya, terang Ketua Kumpulan Hadrah dan al Banjari Teburieng (Kubah Ireng) itu.

Budi juga menjelaskan bahwa raihan ini merupakan prestasi kedua al Jalalah Junior pada musim 2017 ini, setelah sebelumnya juga berhasil menyabet juara-3 di Festival al Banjari se-Jatim di Unesa Surabaya. “Semua ini adalah belajar dari pengalaman-pengalaman lomba sebelumnya,” imbuh santri berdarah Bugis itu.


Pewarta:            HM

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaStudi Kepesantrenan, Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan Kunjungi Tebuireng
BerikutnyaKH. M. Hasyim Asy’ari, Sosok Pemimpin Luar Biasa