Akhirnya Kutemukan Tuhan

sumber gambar: www.google.com

Oleh: Rara Zarary*

Aku mencari Tuhan dalam kegelapan, yang kudapat hanyalah ketakutan. Aku mencari Muhammad dalam kesendirian, yang kuterima adalah kekosongan. Aku mencari diriku sendiri: aku temukan semuanya dalam sekejap, berawal dari cinta, ikhlas, dan tawakkal yang kupelajari di sepanjang jalan menuju jawaban-jawaban.

Aku menutup diri

Mencari celah: salahku

Mengapa manusia-manusia di bumi memandangku sebelah mata?

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mencari celah: kurangku

Mengapa makhluk di dunia tak mau berhubungan baik denganku

Mencari celah: menyusun cara bagaimana aku bias berbicara dengan Tuhan dan mempertanyakan semua yang menjadi beban

Aku mencoba ke luar lagi

Memnadang kanan kiri

Melihat bagaimana lalu lalang kendaraan ramai, manusia tertawa senang

Sedang aku masih tak tenang: mencari tahu mengapa aku begitu sangat dikerdilkan

Aku kembali ke ruang gelap, sendiri

Barangkali akan kutemukan Tuhan

Mungkin saja aku dapatkan pesan malaikat

Atau senyum sang Nabi yang begitu sangat teduh dirindukan

Aku mengukir sendiri cinta di atas sajadah dengan air mata

Siapa yang kurindukan

Dan siapa yang kemudian kutemukan: kecuali diriku sendiri dan kesepian

Muhammad, siapalah aku yang terasingkan

Sedang namamu ramai digemakan

Aku pun rindu: ajari aku pindah dari keterasingan pada keramaian yang begitu menenteramkan

Aku ingin menemukan Tuhan

Aku ingin menemukanmu

Aku ingin menemukan diriku

Aku ingin menemukan kebahagian bersama umatmu

Sungguh, aku sedang lenyap: saat sendiri dan tidak pernah bias memutuskan jalan sendiri.

Ajak aku hijrah

Aku siap hijrah

Aku ikhlas hijrah

Ajari aku, atau temukan aku dengan jawaban, jalan, lalu semua akan baik-baik saja atas rida Tuhan.

Aku hanya ingin menyampaikan, bahwa semua tulisan ini adalah pesan.

*Alumnus Pesantren Annuqayah Madura.

🤔  Musafir Ilmu