Siswi SMA A. Wahid Hasyim yang merupakan pengurus OSIS dan MPK mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Siswa di PPLH Seloliman Trawas Mojokerto pada Senin-Selasa (23-24/10/2017). (Foto: Dok. Panitia PDKS SMA AWH)

Tebuireng.online— SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng mengadakan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Siswa (PDKS) yang berlangsung dua hari pada tanggal 23-24 Oktober 2017. Acara yang digelar secara outdoor dan kembali ke alam ini, bertempat di PPLH Seloliman Trawas, Mojokerto, area yang memang memfaslitasi berbagai macam kegiatan outbond dan sudah sering didatangi oleh para turis mancanegara.

Acara yang diikuti oleh para pengurus baru MPK dan OSIS ini terdiri dari siswa/i kelas X dan XI yang memang selalu diadakan pada awal periode mereka. Didampingi oleh Pembina Keorganisasian dan Waka Kesiswaan SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng, rombongan berangkat pukul 07:00 WIB.

Ketua Panitia Muaalif Ari menjelaskan, pada hari pertama, para peserta dibekali beberapa materi dasar tentang keorganisasian dan kepemimpinan. Materi disampaikan oleh pihak PPLH Seloliman dan didampingi oleh para Panitia dari Purna MPK dan OSIS kelas XII. Materi yang disampaikan tidak hanya disampaikan di dalam ruangan, tapi disampaikan di area terbuka seluas 4 hektar milik PPLH Seloliman yang berada di kaki gunung Penanggungan. Peserta bisa sekaligus menyatu merasakan alam ciptaan Allah ini.

Pada malam harinya, diadakan Jurit Malam yang dilaksanakan pukul 21:30 WIB. Acara ini sengaja digelar untuk menggembleng mental dan kerja sama para peserta PDKS. Peserta dilewatkan rute dimana ada beberapa pos yang harus disinggahi untuk melaksanakan berbagai tantangan. Berbagai usaha dilakukan Panitia untuk menakut-nakuti para peserta seperti berdandan ala hantu dan menggunakan properti yang menyeramkan.

Di hari kedua, dilakukan kegiatan Jelajah Hutan dan Susur Sungai. Dalam acara ini para peserta harus menyusuri rute yang melewati 2 Hutan dan 1 Sungai dan hanya dibekali peta penunjuk arah. Peserta juga membawa sebutir telur dan sebuah tomat yang harus mereka bawa hingga finis tanpa merusaknya sedikitpun. Ini menyimbolkan tanggung jawab dan komitmen mereka yang harus mereka bawa dalam menempuh jalan organisasi mereka nantinya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di tengah penjelajahan mereka disuguhi pemandangan alam yang indah dan jernihnya air sungai yang turun langsung dari sumber airnya. Tak jarang mereka harus rela pakaian dan atribut mereka basah karena jatuh bangun tercebur ke dalam sungai. Beberapa pos tersebar di sepanjang area penjelajahan. Peserta yang ingin terus melanjutkan perjalanan harus menyelesaikan misi yang ada di setiap pos.

Dengan diadakannya acara ini, salah satu panitia yang juga pengurus OSIS yang terdemisioner, Rihlana Ardhian Ghuvara berharap para Pengurus MPK dan OSIS yang baru ini dapat belajar cara menghadapi setiap rintangan yang akan mereka temui pada masa jabatannya nanti dengan kerja sama yang solid. “Mereka harus mampu solid  sehingga bisa berjalan  lebih baik dari pada kepengurusan kami,” ungkap santri asal Kediri itu.


Pewarta:            M. Iqbal

Editor/Publisher: M. Abror Royidin

SebelumnyaPelajari Pesantren, Ratusan Siswa SMP Canisius Jakarta Datang ke Tebuireng
BerikutnyaGaris-Garis Besar Doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah