cak jahluntebuireng.online – Selain nyantri, Cak jahlun juga nyambi jualan krupuk di pesantren putri. “Itung-itung nambah penghasilan”, pikirnya.

Suatu hari ia putus asa karena hingga sore hari dagangannya tidak laku. Untuk menarik perhatian para santriwati dan para ustadzah, Cak Jahlun mulai bertingkah.

“Tolong… Tolong…,” teriak Cak Jahlun. Ning Minah yang kebetulan lewat lansung menghentikan langkahnya. “Ada apa Cak..?” Ning Minah berusaha menghampiri Cak Jahlun.

“Ini ada krupuk rambak, krupuk uyel, krupuk upil: renyah dan gurih, tolong dibeli,” tawar Cak Jahlun. “Ooooo… Dasar upilmu renyah kayak krupuk,” maki Ning Minah.


Sumber : Buku Guyon Bareng Cak Jahlun

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Karya : A. Mudhfar Maruf

Penerbit : Pustaka Tebuireng

SebelumnyaJam Malam
BerikutnyaMemahami Perbedaan Musibah, Bala Dan Adzab Dalam Al-Qur’an