Tutup Rangkaian MOSBA, Pesantren Sains Tebuireng Ajak Santri Baru Jaga Konsistensi Belajar

19
Pesantren Sains Tebuireng secara resmi menutup seluruh rangkaian agenda Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Prosesi penutupan yang menandai awal perjalanan akademik dan spiritual ratusan santri baru ini dilaksanakan dengan khidmat di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, Jombang, Jawa Timur, Jumat (10/07/2026).

Tebuireng.online- Pesantren Sains Tebuireng secara resmi menutup seluruh rangkaian agenda Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Prosesi penutupan yang menandai awal perjalanan akademik dan spiritual ratusan santri baru ini dilaksanakan dengan khidmat di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, Jombang, Jawa Timur, Jumat (10/07/2026).

Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng Ustadz H. Arif Khuzaeni, Mudhir IV Pesantren Tebuireng KH. Agus Abdul Mughni, Mudir Pembinaan H. Lukman Hakim, B.A., Kepala Bank Sampah Tebuireng (BST) Cabang Trensains Gus Uing Imam Mahdi, Kepala Majelis Diniyah Ustadz H. Mulya Afif, serta jajaran pembina asrama.

Dalam sambutannya, Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng, Ustadz H. Arif Khuzaeni, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegigihan serta semangat yang ditunjukkan para santri baru selama mengikuti rangkaian MOSBA dan MPLS yang berjalan hampir sepekan. Masa orientasi ini dinilai sebagai fondasi penting bagi santri untuk mengenali ekosistem dan budaya belajar di pesantren.

“Alhamdulillah kalian sudah mengikuti seluruh rangkaian MOSBA. Semoga ini menjadi awal yang baik dan semangat yang kalian tunjukkan hari ini tetap terjaga hingga tiga sampai enam tahun ke depan,” tutur Ustadz H. Arif Khuzaeni, Jumat.

Ia juga menyuarakan rasa syukur karena seluruh aktivitas harian santri selama orientasi didokumentasikan dengan baik secara digital untuk dibagikan kepada para wali santri. Langkah ini diambil agar orang tua di rumah dapat memantau langsung perkembangan dan proses adaptasi putra-putri mereka secara transparan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Guna memastikan kenyamanan santri, Ustadz Arif juga membuka ruang komunikasi yang lebar terkait fasilitas asrama hingga konsumsi harian. Ia meminta santri tidak memendam masalah sendiri dan menyarankan mereka menulis surat jika belum berani berbicara langsung kepada pembina. Selain itu, hadirnya berbagai lomba rekreatif seperti estafet bola hingga oper tepung selama orientasi diharapkan dapat merekatkan kebersamaan dan membangun rasa betah.

Memasuki sesi arahan berikutnya, Mudir Pembinaan Pondok Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim, B.A., mengajak seluruh santri baru untuk merawat rasa syukur karena mendapat kesempatan menuntut ilmu di Tebuireng. Sebagai pemantik motivasi, ia menceritakan kembali kilas balik sejarah penamaan Tebuireng dan bagaimana kiai sepuh menempa masyarakat dari berbagai latar belakang.

H. Lukman menggarisbawahi bahwa kesuksesan seorang santri dalam menyerap ilmu tidak hanya bertumpu pada faktor kecerdasan intelektual, melainkan sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan kebersihan hati dalam menghormati guru.

“Yang pertama harus dipersiapkan adalah hati. Bersihkan hati, ikhlaskan niat, dan ridha menerima ilmu. Kalau hati tidak menerima guru dan ilmunya, akan sulit ilmu itu masuk,” jelas H. Lukman Hakim.

Acara penutupan MOSBA 2026 ini kemudian dilanjutkan dengan momentum pembagian hadiah bagi para pemenang lomba antarkelompok. Suasana penuh tawa, kebersamaan, dan keakraban antar-santri serta pembina mengakhiri seluruh rangkaian orientasi, sekaligus membuka lembaran baru perjuangan santri dalam menimba ilmu sains dan agama di Pesantren Sains Tebuireng.


Pewarta: Aulia

Editor: Sutan