Buka Kelas Baru, Kepala SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Beberkan 5 Program Unggulan Sekolah

29
SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng menggelar kegiatan ta’aruf (perkenalan) kepala madrasah dan wali kelas bersama para wali santri baru di area shelter sekolah, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (04/07/2026). Foto: alfa

SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng menggelar kegiatan ta’aruf kepala madrasah dan wali kelas bersama wali santri baru di lingkungan SMA A. Wahid Hasyim, Sabtu (4/7/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat komunikasi antara sekolah dan orang tua sekaligus mengenalkan arah pengembangan sekolah beserta program unggulan yang akan dijalankan selama tahun ajaran baru. Selain itu, forum yang diadakan di shelter SMA AWH ini dimanfaatkan sebagai ruang berdialog agar sekolah dan wali santri memiliki tujuan yang sama dalam mendampingi perkembangan peserta didik.

Kepala SMA A. Wahid, Ni’maturrohmah, Hasyim mengaku terharu melihat besarnya kepercayaan masyarakat kepada sekolah. Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak lepas dari peran para alumni yang terus mengenalkan SMA A. Wahid Hasyim kepada masyarakat melalui pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di Tebuireng.

“Saya sangat terharu karena dari sekian banyak alumni, ternyata mereka juga terus men-support kelangsungan sekolah. Informasi dari mulut ke mulut itu jauh lebih efektif. Ini menjadi bukti bahwa alumni memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan masyarakat kepada SMA A. Wahid Hasyim,” ujar Ni’maturrohmah.

Ia menuturkan, SMA A. Wahid Hasyim terus berupaya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan zaman. Tidak hanya mengejar prestasi akademik, sekolah juga ingin membekali peserta didik dengan keterampilan yang akan dibutuhkan ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Karena itu, sejumlah program unggulan terus dikembangkan agar lulusan memiliki daya saing sekaligus karakter yang kuat.

“Harapan saya ke depan, SMA A. Wahid Hasyim semakin maju dan semakin dikenal masyarakat. Kami ingin mengantarkan lebih banyak siswa masuk ke perguruan tinggi. Yang tidak kalah penting, seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus terus berkolaborasi, saling menguatkan, dan bersinergi. Guru membutuhkan murid, murid membutuhkan guru, sekolah membutuhkan seluruh unsur yang ada di dalamnya. Semua saling membutuhkan,” tuturnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan lima program unggulan sekolah. Mulai dari digitalisasi layanan sekolah melalui sistem administrasi berbasis aplikasi, penguatan budaya riset, pengembangan keterampilan abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, penguatan bahasa asing, hingga pembiasaan positif seperti membaca Al-Qur’an selama 10 menit sebelum pembelajaran dimulai serta literasi dan numerasi sebagai bekal menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Di sisi lain, para wali santri mengaku memiliki alasan yang beragam saat memilih SMA A. Wahid Hasyim sebagai tempat melanjutkan pendidikan putra-putri mereka. Namun, sebagian besar berharap anak-anak mereka memperoleh keseimbangan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan pembinaan karakter selama berada di lingkungan pesantren.

Wismayanti, wali santri asal Banten yang mendaftarkan putranya, M. Fahri Nur Jaman, mengatakan bahwa keputusan tersebut berawal dari keinginan sang anak sendiri. Terlebih, kakak dari putranya merupakan alumni Tebuireng sehingga keluarga telah mengenal lingkungan pesantren dengan baik.

“Saya memasukkan anak ke Tebuireng karena ingin menguatkan ilmu agamanya. Selain itu memang keinginan anak sendiri karena kakaknya juga alumni Tebuireng. Harapan saya, semoga dia bisa menjadi anak yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Rahmat, wali santri asal Rembang. Ia menilai lingkungan pesantren menjadi tempat yang tepat untuk membentuk pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak. Menurutnya, pendidikan formal dan nonformal yang berjalan beriringan menjadi nilai lebih yang dimiliki Tebuireng.

“Kami ingin anak mendapatkan pendidikan agama dan ilmu pengetahuan yang layak, baik formal maupun nonformal. Tentu juga untuk ngalap berkah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan para ulama di Tebuireng. Harapan kami, semoga anak menjadi pribadi yang sholihah, mampu mengamalkan ilmunya dengan baik, dan bermanfaat bagi sesama,” katanya.

Sementara pihak sekolah juga menyampaikan berbagai informasi mengenai sistem pembelajaran, budaya sekolah, hingga arah pembinaan peserta didik selama tiga tahun ke depan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan adanya dialog antara wali santri dan pihak sekolah, sehingga diharapkan komunikasi yang telah terjalin sejak awal ini dapat terus terjaga selama proses pendidikan berlangsung.

Baca Juga: Sambut 485 Santri Baru, Pesantren Sains Tebuireng Terima Murid Asal Kanada


Pewarta: Helfi

Editor: Sutan