Santri Baru SMK Plus Khoiriyah Hasyim Meningkat, Program Digitalisasi Jadi Daya Tarik

9
Penyambutan pengurus asrama SMK Plus Khoiriyah Hasyim dengan wali santri usai registrasi santri baru (foto: irsyad)

Tebuireng.online– Kedatangan santri baru di asrama SMK Plus Khoiriyah Hasyim Pesantren Tebuireng pada Jumat (3/7/2026) berlangsung tertib dan kondusif. Sejak pagi, para santri bersama wali santri mengikuti proses registrasi yang dipusatkan di halaman SMK sebelum menempati asrama.

Seperti halnya proses penerimaan di pondok induk, setiap santri yang telah menyelesaikan registrasi menerima satu paket perlengkapan berupa boks berisi kebutuhan selama belajar di pesantren, di antaranya seragam, alat tulis, dan buku agenda.

Koordinator Pembina Unit SMK Plus Khoiriyah Hasyim, Afif Asy’ari, menyampaikan bahwa jumlah santri baru tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tercatat sekitar 30 santri baru bergabung di SMK Plus Khoiriyah Hasyim.

Baca Juga: 540 Santri Baru Mulai Berdatangan ke Pondok Putra Tebuireng, Tandatangani Surat Pernyataan

“Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan sekitar 30 santri. Ada peningkatan setiap tahunnya. Bahkan beberapa tahun lalu kita pernah meluluskan 22 santri. Saat ini program pondok juga semakin berkembang. Dengan adanya kepala pondok yang baru serta para pengurus yang telah mengikuti diklat, muncul program baru berupa digitalisasi,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Hal ini, menurutnya, sangat selaras dengan karakter SMK sehingga menjadi wadah bagi kami untuk terus berkembang sesuai program yang telah dirancang oleh kepala pondok dan wakil kepala pondok.

Afif berharap para santri baru mampu memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya serta mengharumkan nama almamater.

Baca Juga: Ratusan Santri Baru Resmi Masuk Pondok Putri Tebuireng, Hari Pertama Registrasi Berjalan Tertib

“Harapan kami, santri baru SMK Plus Khoiriyah Hasyim dapat mengharumkan nama sekolah dan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan berlandaskan istiqamah dalam menjalankan kebiasaan baik setiap hari,” tambahnya.

Semangat yang sama juga disampaikan para santri baru. Ivander, santri asal Jombang, mengaku memilih SMK Plus Khoiriyah Hasyim karena ingin mendalami bidang penyiaran dan perfilman.

“Saya memang ingin sekolah di SMK supaya bisa lebih fokus belajar broadcasting dan film,” ungkapnya.

Beberapa wali santri hadiri taaruf bersama pengurus di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Asy’ari Tebuireng (foto: irsyad)

Sementara itu, Devara S., yang melanjutkan pendidikan dari MTs di lingkungan Pesantren Tebuireng, mengatakan bahwa pilihannya melanjutkan ke SMK merupakan saran dari kedua orang tuanya.

“Saya melanjutkan dari pondok sini juga. Orang tua menyarankan saya masuk SMK supaya bisa lebih mahir di bidang desain,” katanya.

Dukungan penuh juga datang dari para wali santri. Arifin, wali santri Faiz asal Batam, mengaku memilih SMK Plus Khoiriyah Hasyim karena rekam jejak Pesantren Tebuireng yang telah melahirkan banyak tokoh besar dan alumni berprestasi.

“Yang mendasari kami memilih Tebuireng adalah sejarah pendirinya. Selain itu, banyak generasi yang lahir dari pesantren ini, seperti Gus Dur. Di SMK ini juga sudah ada alumni yang berhasil lolos ke ITB. Harapan kami, anak bisa mengikuti jejak para generasi sebelumnya yang telah berhasil,” tuturnya.

Ia menambahkan, informasi mengenai Tebuireng diperoleh melalui internet dan rekomendasi dari alumni pesantren yang berada di Batam.

“Saya banyak mendapatkan informasi dari Google dan juga dari para alumni pondok di Batam. Harapan saya, anak saya bisa memperoleh ilmu, baik ilmu formal maupun ilmu agama, yang bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.