Gus Kikin Ajak Santri Meneladani Semangat Hijrah dan Menjaga Identitas Kesantrian

9
Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz menyampaikan amanat pada seluruh santri dalam acara penutupan haflah akhirussanah (foto: mukti)

Tebuireng.online— Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, mengajak para santri menjadikan semangat hijrah Nabi Muhammad Saw., sebagai pedoman dalam menuntut ilmu dan menjalani kehidupan. Pesan tersebut disampaikan pada Puncak Acara Haflah Akhirussanah Pondok Putra Pesantren Tebuireng Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di halaman Masjid Pesantren Tebuireng, Rabu (17/06/2026).

Baca Juga: Tutup Haflah Akhirussanah, Pengasuh Pesantren Tebuireng Ingatkan Santri Jaga Persaudaraan

Dalam sambutannya, KH. Abdul Hakim Machfudz menyampaikan rasa syukur atas kembali terselenggaranya tradisi Haflah Akhirussanah setelah vakum selama tujuh tahun. Berbagai perlombaan, baik di bidang olahraga maupun keilmuan, telah sukses digelar sebagai rangkaian kegiatan haflah sejak 8 Mei 2026.

“Ceritanya Haflah ini saya juga baru pertama kali. Apalagi sampean semuanya yang baru masuk, karena tadi ceritanya Ustadz Habib, selama tujuh tahun kegiatan ini terhenti,” ujar beliau.

Beliau berharap pada tahun-tahun mendatang jenis perlombaan yang diselenggarakan dapat semakin beragam sehingga mampu menjadi sarana pengembangan potensi para santri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Yang penting dari perlombaan itu adalah untuk menjaga kesehatan dan melatih keterampilan para santri,” tuturnya.

 

Pesantren Tebuireng resmi menutup rangkaian kegiatan Haflah Akhirussanah 2026 di halaman utama Pesantren Tebuireng, Jombang (foto: mukti)

Pengasuh yang akrab disapa Gus Kikin tersebut menegaskan bahwa tujuan utama perlombaan bukan sekadar menentukan pemenang, melainkan membangun kebersamaan dan mempererat tali kekeluargaan antarsantri.

“Pondok itu merupakan satu keluarga besar. Tidak ada pendidikan seperti di pondok. Ketika sudah keluar dari pondok, rasanya seperti berpisah dengan saudara sendiri,” ungkapnya.

Bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Gus Kikin mengajak seluruh santri untuk meneladani perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Beliau juga mendoakan agar para santri dapat meneruskan jejak perjuangan dan keilmuan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, sehingga menjadi pribadi yang alim, saleh, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.

“Masa lalu menjadi pelajaran. Masa sekarang adalah kesempatan. Kesempatan itu harus dimanfaatkan untuk belajar agar menjadi bekal dalam kehidupan kita semuanya,” tegas Ketua PWNU Jawa Timur tersebut.

Menjelang masa liburan pesantren, Gus Kikin berpesan kepada para santri agar senantiasa menunjukkan identitas dan akhlak sebagai Santri Tebuireng ketika berada di tengah keluarga maupun masyarakat.

“Tunjukkan kepada orang tua dan keluarga bahwa Santri Tebuireng itu ibadahnya baik, pergaulannya baik, dan akhlaknya baik. Santri Tebuireng adalah calon tokoh-tokoh besar,” pesannya.