Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Terpadu Al Chodidjah Gelar Workshop Media Belajar Kontekstual

26
SMP Terpadu Al Chodidjah Tebuireng menggelar workshop pengembangan media dan sumber belajar kontekstual di lingkungan sekolah, Jombang, Ahad (14/06/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- SMP Terpadu Al Chodidjah Tebuireng menggelar workshop pengembangan media dan sumber belajar kontekstual di lingkungan sekolah, Jombang, Ahad (14/06/2026). Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional dan kualitas sumber daya para pendidik.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh dewan guru sekolah setempat dengan menghadirkan Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Ahmad Taufik, M.Pd., sebagai fasilitator utama.

Dalam pemaparannya, Ahmad Taufik menekankan pentingnya strategi pengembangan media pembelajaran yang kreatif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Salah satu topik yang menjadi fokus utama dalam workshop ini adalah pemanfaatan barang bekas (Barkas) sebagai instrumen pendukung kegiatan belajar mengajar.

Melalui pendekatan ini, para guru dilatih mengolah kembali benda-benda tak terpakai menjadi alat bantu ajar yang sarat makna. Metode Barkas ini dinilai tidak hanya memicu kreativitas guru, tetapi juga mengedukasi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Kepala SMP Terpadu Al Chodidjah, Ustadz Nur Mochamad Ilham, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah taktis sekolah dalam merespons kebutuhan manajerial kelas yang dinamis.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam menjawab kebutuhan guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesional, khususnya dalam pengelolaan pembelajaran dan manajemen kelas,” kata Ilham di sela-acara, Ahad.

Manajemen sekolah berharap luaran dari workshop ini dapat langsung diterapkan di dalam ruang kelas. Menurut Ilham, indikator keberhasilan pembelajaran saat ini tidak lagi sekadar pemenuhan target kurikulum angka, melainkan pada pembentukan karakter.

“Para guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membangun kesadaran, kreativitas, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,” pungkasnya.


Pewarta: Fatih

Editor: Sutan