
Tebuireng.online- Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan kunjungan silaturrahmi ke Pesantren Tebuireng dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus melaksanakan ziarah ke maqbarah pendiri Tebuireng, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Kegiatan yang berpusat di aula lantai 1 Gedung Yusuf Hasyim ini dilaksanakan pada Jumat (29/05/2026). Kunjungan tersebut diikuti sekitar 30 orang rombongan yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Direktur, hingga para Kepala Program Studi (Kaprodi).
Dari pihak Pesantren Tebuireng, rombongan disambut langsung oleh Ir. H. Abdul Ghofar selaku Mudir 1 Pesantren Tebuireng, KH. Achmad Roziqi, Lc., M.H.I. selaku Mudir 5 Pesantren Tebuireng, serta H. Lukman Hakim, B.A. selaku Mudir 3 Pesantren Tebuireng.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNNES untuk menyambungkan sanad keilmuan dengan KH. Hasyim Asy’ari sekaligus meneladani perjuangan beliau dalam bidang pendidikan, dakwah, serta moral kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Rektor UNNES Prof. Dr. S. Martono, M.Si. menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas kesempatan berkunjung ke Pesantren Tebuireng yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam bersejarah di Indonesia. Ia menuturkan bahwa Tebuireng bukan hanya pesantren besar, tetapi juga tempat lahirnya tokoh-tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar bagi agama, pendidikan, dan kemerdekaan Indonesia.
Prof. Martono menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan bentuk ikhtiar spiritual dan akademik untuk menyambung sanad keilmuan kepada KH. Hasyim Asy’ari. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan keteladanan Hadratussyaikh sangat relevan untuk terus dihidupkan di tengah tantangan dunia pendidikan modern saat ini.
Ia juga berharap agar civitas akademika UNNES dapat belajar dari semangat perjuangan para ulama Tebuireng yang mampu membangun peradaban melalui pendidikan, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, ia menilai bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan pesantren perlu terus diperkuat demi melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan moral kemanusiaan yang kuat.
“Melalui kunjungan ini kami berharap dapat mengambil keberkahan, keteladanan, serta spirit perjuangan KH. Hasyim Asy’ari untuk diterapkan dalam dunia pendidikan di UNNES,” ungkapnya.
Sementara itu, sambutan kedua disampaikan oleh KH. Achmad Roziqi, Lc., M.H.I. selaku perwakilan Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz yang berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah haji.
Dalam sambutannya, KH. Achmad Roziqi menjelaskan bagaimana perjuangan ulama terdahulu dalam membangun pendidikan Islam di tengah berbagai keterbatasan. Ia menuturkan bahwa semangat para ulama Tebuireng tidak pernah padam meskipun pernah mengalami berbagai ujian, termasuk musibah kebakaran perpustakaan besar Tebuireng pada masa lampau.
Menurutnya, perjuangan KH. Hasyim Asy’ari membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang dalam pendidikan dan dakwah. Ia juga mengingatkan bahwa para ulama dahulu mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat meski belum didukung teknologi modern seperti saat ini.
KH. Roziqi turut menyinggung peran besar Resolusi Jihad yang menjadi bukti nyata pengaruh ulama dan jaringan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia berharap lembaga pendidikan masa kini, termasuk perguruan tinggi, mampu melahirkan dampak besar bagi masyarakat sebagaimana perjuangan para ulama terdahulu.
Selain itu, ia juga menjelaskan perkembangan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng yang kini telah memiliki legitimasi pendidikan setara perguruan tinggi, mulai jenjang Marhalah Ula (S1), Marhalah Tsaniyah (S2), hingga proses pengajuan Marhalah Tsalitsah (S3). Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pesantren untuk terus menjaga tradisi keilmuan sekaligus menyesuaikan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri pesantren.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita melanjutkan perjuangan KH. Hasyim Asy’ari. Semangat beliau dalam pendidikan dan perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang cukup interaktif. Sementara pembacaan doa yang dipimpin oleh H. Lukman Hakim, B.A. berlangsung dengan khidmat. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Pesantren Tebuireng kepada Universitas Negeri Semarang sebagai simbol eratnya silaturrahmi dan kerja sama antar lembaga pendidikan.
Pewarta: Helfi Livia Putri
Editor: Sutan


















