
Tebuireng.online— Sebanyak 26 santri dari berbagai unit pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng berhasil diterima di Universitas Al-Azhar melalui jalur Marka Al-Azhar Indonesia tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan besar bagi pesantren, sekaligus membuktikan kualitas pendidikan santri Tebuireng yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
Baca Juga: Siswi MA Sains Tebuireng Lolos OLIMPABA Provinsi Jawa Timur 2026
Santri yang diterima berasal dari beberapa unit pendidikan, yakni 17 santri dari MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, 7 santri dari SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng, dan 2 santri dari MA Sains Tebuireng Putri Kesamben.
Salah satu santri dari SMA A. Wahid Hasyim, Muhammad Saifan Ibrahim, mengungkapkan alasan dirinya memilih Al-Azhar Kairo sebagai tempat melanjutkan studi. Menurutnya, Al-Azhar bukan sekadar pusat pendidikan Islam, tetapi juga pusat pemikiran Islam moderat yang melahirkan banyak cendekiawan muslim berpengaruh di Indonesia.
“Sebagai pribadi yang mengidolakan tokoh cendekiawan muslim moderat Indonesia, saya memandang Al-Azhar bukan hanya pusat keilmuan Islam, tetapi juga pusat pemikiran Islam moderat,” ujarnya.
Ia menilai tokoh-tokoh lulusan Al-Azhar seperti Quraish Shihab mampu menghadirkan pemikiran Islam yang mendalam, berpijak pada ilmu, serta relevan dengan masyarakat Indonesia yang pluralistik dan menjunjung nilai washatiyyah.
Baca Juga: Siswa MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Raih Juara OLIMPABA Jatim 2026
Saifan juga menyebut pendidikan di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng menjadi bekal penting dalam perjalanannya menuju Al-Azhar. Menurutnya, perpaduan kurikulum umum, agama, bahasa, dan organisasi membentuk wawasan keilmuan yang luas dan moderat.
“Proses menghasilkan sosok pemikir moderat bukan hanya mempelajari satu bidang ilmu saja, tetapi memperluas cakrawala keilmuan pribadi. Hal itu saya dapatkan di SMA AWH Tebuireng,” katanya.
Ia berharap dapat mengeksplorasi dunia akademik Mesir, membanggakan orang tua dan guru, serta menjadi pribadi yang terus diarahkan Allah SWT dalam perjalanan menuntut ilmu.
Tak hanya Saifan, Zalfa Salsabila Suryana dari MA Sains Tebuireng Putri Kesamben yang menjadi lulusan pertama unitnya diterima di Al-Azhar juga mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Ia mengatakan keputusan memilih Al-Azhar berawal dari dukungan penuh orang tua.
“Orang tua percaya Al-Azhar punya lingkungan dan kualitas pendidikan yang bagus, terutama untuk ilmu agama,” ungkapnya.
Baca Juga: Skor 52–58 di Final, SMA A. Wahid Hasyim Ukir Prestasi di EBL 2026
Zalfa berharap dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat. Ia menggambarkan perasaannya saat ini dalam tiga kata, yakni “senang, bersyukur, dan semangat.”
Wakil Kepala Kesiswaan MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, David Sugiarto, S.Pd., M.Si., turut memberikan apresiasi kepada seluruh santri yang berhasil lolos ke Universitas Al-Azhar Kairo.
“Ini adalah buah dari doa orang tua, bimbingan guru, keberkahan pesantren, dan perjuangan tanpa lelah dalam menuntut ilmu,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa perjalanan ke Al-Azhar bukan hanya perjalanan mencari ilmu, tetapi juga menjaga nama baik almamater dan amanah perjuangan para ulama. David berharap para santri mampu menjadi generasi berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi umat dan bangsa.
“Belajar dengan bahagia, berakhlak mulia, prestasi mendunia,” pesannya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Madrasah MA Sains Tebuireng Kesamben, Ustadz Rofiq. Ia mengaku bangga atas keberhasilan dua santriwati MA Sains yang diterima di salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia tersebut.
Baca Juga: Santri, Ulama, dan Kemerdekaan
“Prestasi ini bukan hanya membanggakan keluarga, madrasah, dan pesantren, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus semangat menuntut ilmu,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi santri lain bahwa cita-cita besar dapat diraih dengan kesungguhan, disiplin, dan doa.
Sementara itu, Mudir II Bidang Pembinaan Pendidikan Tebuireng, Gus Muhammad Hasyim atau Gus Hasyim, menyebut diterimanya puluhan santri di Al-Azhar sebagai kebanggaan sekaligus tantangan bagi pesantren.
“Alhamdulillah tahun ini banyak wisudawan diterima di perguruan tinggi negeri, swasta, bahkan tingkat dunia salah satunya Al-Azhar yang sudah bertahun-tahun mencetak ulama,” katanya.
Ia berharap para santri Tebuireng yang menempuh studi di Mesir dapat menjadi mercusuar keilmuan dunia yang lahir dari rahim pesantren, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan Tebuireng di kancah internasional.
Berikut daftar santri Tebuireng yang diterima di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir melalui jalur Marka Al-Azhar Indonesia tahun 2026:

MA Salafiyah Syafi’iyah
- NABILA SUCI NUR FAIZAH
- SALMA ZULFATUS SHANIA SISWANTO
- NIKMATUS SHOLIKHAH
- AYU DHURROTUN NAFISAH
- RAHIMI ARFAQA
- AHMAD DJIBRIL ALVAREZA
- MOH ZHUFAR ADI WONGSO
- AHMAD SALMAN ALFARISI
- MOHAMMAD RIFQY HAKIM
- MUHAMMAD GHAZIY LAURENCE
- AHMAD ARIEF JA’FAR SHIDIQ
- MUHAMMAD NUBIIR NUKBAHFI ARSYAILAH
- NEJAT AHMAD MAKSUM
- WISNU LANDUNG AJI NUGROHO
- ADITYA PERMANA WIDYANTO
- AZZAM MUHAMMAD HASAN PRIHANDANI
- FIRMAN FERDIANSYAH

MA Sains Tebuireng Kesamben Putri
- MASYFIYYAH NUR AINI
- ZALFA SALSABILA SURYANA

SMA A Wahid Hasyim
- MUHAMMAD SAIFAN IBRAHIM
- AHMAD RAYHAN ARKAN HANAFI
- MUHAMAD DAFA PAJAR FAIZAL
- SABIQ MAHASIBI NASIRUDDIN
- AYLA SABRINA NISMARA
- KHUSNUL KHOTIMAH
- IMTANNA KHOIRUN NAJMAH


















