
Tebuireng.online– Tiga siswi SMA Trensains Tebuireng berhasil mengharumkan nama sekolah setelah meraih juara 2 dalam ajang Kompetisi Debat Bahasa Inggris tingkat Kabupaten Jombang yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Tiga siswi yang mewakili SMA Trensains Tebuireng yakni Azzahra Rahmirani, Daanya Rayya Fathiya Rahman, dan Alin Layali Humaidah. Ketiganya berhasil menunjukkan kemampuan berpikir kritis, public speaking, serta kerja sama tim melalui berbagai ronde debat yang membahas isu pendidikan, sosial, hingga global menggunakan bahasa Inggris.
Baca Juga: Prestasi Gemilang! Santri SMA Trensains Tebuireng Juara 1 Olimpiade Sains USU
Guru pembimbing sekaligus pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris SMA Trensains Tebuireng, Mia Nurmaningsih, S.Pd., mengatakan bahwa keikutsertaan santri dalam kompetisi tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Lomba ini menjadi wadah bagi santri untuk belajar berpikir cepat, menyusun argumen secara logis, dan tampil percaya diri di depan publik menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses bimbingan dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan fokus pada latihan dasar debat, seperti penyusunan argumen, teknik penyampaian, pronunciation, hingga sparring debat secara rutin.
“Tentu ada beberapa kesulitan, seperti membangun rasa percaya diri peserta, mengatur kekompakan tim, dan membiasakan berpikir cepat dalam bahasa Inggris. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan latihan yang konsisten,” jelas Mia.
Dalam perlombaan tersebut, tim SMA Trensains Tebuireng berhasil meraih kemenangan pada tiga ronde awal. Pada ronde pertama mereka mengalahkan SMAN Ploso dengan mosi “This House regrets the glorification of pursuing university education as inherently desirable and admirable.” Kemudian pada ronde kedua mereka kembali menang melawan SMAN Mojoagung dengan mosi “This House supports the rise of girlboss feminism.”
Baca Juga: Raih 3 Medali di Ajang Berbeda, Siswa Ini Harumkan Nama SMA Trensains Tebuireng
Kemenangan kembali diraih pada ronde ketiga saat menghadapi SMA N 1 Jombang melalui mosi “This house would prohibit individuals under 16 from creating or maintaining accounts on major social media platforms.” Namun, pada babak final melawan SMA N 2 Jombang dengan mosi terkait kewenangan tenaga medis dalam pengambilan keputusan pengobatan anak, tim SMA Trensains Tebuireng belum berhasil meraih kemenangan dan harus puas di posisi juara kedua.
Meski demikian, kebanggaan tersendiri juga diraih SMA Trensains Tebuireng karena salah satu anggota tim, Alin Layali Humaidah, berhasil memperoleh predikat Best Speaker 1 dan akan melanjutkan perjuangan mewakili Kabupaten Jombang di tingkat provinsi bersama perwakilan dari SMAN 2 Jombang dan SMADU 2 Peterongan.
Sementara itu, leader tim debat SMA Trensains Tebuireng, Azzahra Rahmirani dari kelas XI Sains 5, mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti kompetisi tersebut setelah sebelumnya pernah menjadi juara pada tahun lalu.
“Saat itu sedang ujian sumatif tengah semester kemudian diadakan seleksi untuk NSDC. Karena tahun lalu saya telah mengikuti lomba ini dan alhamdulillah juara 1, jadi saya mengikuti seleksi sekolah lagi dan beruntungnya bisa kembali mengikuti lomba ini,” ungkapnya.
Azzahra mengaku sempat merasa pesimis terhadap kemampuan dirinya. Namun, ia bersama tim mampu melewati empat ronde dengan baik dan memenangkan tiga ronde pertandingan.
Baca Juga: Selama Liburan Semester, Siswi SMA Trensains Tebuireng Raih 3 Medali Nasional
“Ketika pengumuman kami sangat senang walau kalah di round terakhir tapi tetap mendapatkan juara 2 tim terbaik. Salah satu rekan saya, Alin Layali, tanpa disangka mendapatkan first place of the best speaker yang nantinya akan mewakili Trensains di jenjang provinsi,” katanya.
Ia juga memberikan motivasi kepada siswa lain agar tidak mudah menyerah dalam meraih prestasi.
“Saya ingin menegaskan bahwa prestasi itu tidak hanya dinilai dari hasil lomba secara instan, melainkan dari sebuah proses yang memiliki usaha lebih untuk meraihnya,” pungkasnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















