Teladani Nilai Kemanusiaan Gus Dur, Universitas Ciputra Surabaya Ziarah ke Tebuireng

41
Dalam rangka meneladani nilai-nilai kemanusiaan dan perjuangan pluralisme yang diwariskan oleh Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Universitas Ciputra Surabaya menggelar kegiatan ziarah ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (16/5/2026).

Tebuireng.online- Dalam rangka meneladani nilai-nilai kemanusiaan dan perjuangan pluralisme yang diwariskan oleh Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Universitas Ciputra Surabaya menggelar kegiatan ziarah ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (16/5/2026). Rombongan yang terdiri dari 59 mahasiswa tersebut tiba di kompleks Maqbarah Tebuireng dan disambut langsung oleh Koordinator Gusdurian Jombang yang juga dzuriyah Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Ning Ema Rahmawati, M.Fil.

Kepala Departemen Kajian Humaniora dan Interdisipliner Universitas Ciputra Surabaya, Dr Johan Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari upaya akademik untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi secara riil kepada mahasiswa. Melalui kunjungan langsung ke makam tokoh bangsa ini, para mahasiswa diharapkan dapat menyerap esensi perjuangan Gus Dur yang dikenal luas karena sikap toleransi dan konsistensinya dalam menegakkan keadilan tanpa memandang latar belakang golongan maupun keyakinan.

“Gus Dur bukan hanya tokoh bangsa, tetapi juga simbol kemanusiaan yang mampu merangkul seluruh golongan tanpa membedakan latar belakang. Kami berharap mahasiswa dapat belajar langsung dari keteladanan beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Johan saat memberikan keterangan pers di lokasi.

Senada dengan hal tersebut, Ning Ema Rahmawati menuturkan bahwa Gus Dur telah memberikan contoh nyata tentang pentingnya menjaga persatuan, perdamaian, serta menjunjung tinggi nilai keadilan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Warisan pemikiran tersebut dinilai tetap relevan dan krusial untuk terus dikaji oleh generasi muda, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Setelah sesi penyambutan dan dialog budaya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa lintas iman dan prosesi tabur bunga di atas makam Gus Dur sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

Di akhir kunjungan, Johan menegaskan kembali harapannya agar para mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya mampu melanjutkan estafet semangat keteladanan Gus Dur. Implementasi nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan persatuan harus mewujud dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan memegang peran aktif dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menumbuhkan empati sosial demi keutuhan bangsa.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan