Lomba Pidato, Pesantren Tebuireng Asah Kemampuan Public Speaking Santri

26
Pesantren Tebuireng sukses menggelar lomba pidato bahasa Indonesia sebagai bagian dari rangkaian Haflah Akhirussannah 2026, Kamis (14/5/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Pesantren Tebuireng sukses menggelar lomba pidato bahasa Indonesia sebagai bagian dari rangkaian Haflah Akhirussannah 2026, Kamis (14/5/2026). Kompetisi yang dipusatkan di serambi Masjid Utama Pesantren Tebuireng ini berlangsung kompetitif dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan pesantren.

Sebanyak 14 peserta yang merupakan delegasi terbaik dari jenjang MTs, SMP, MA, SMA, hingga Madrasah Mu’allimin saling beradu kemampuan dalam bidang public speaking dan seni retorika di hadapan ratusan pasang mata pendukung yang hadir.

Penanggung Jawab Lomba Pidato, Ustadz Dimas Setyo Nugroho SHU, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang, melainkan sebagai instrumen untuk mengasah mental berbicara di depan publik sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui diferensiasi tema.

“Lomba ini kami sesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta agar pesan yang disampaikan lebih mengena. Untuk tingkat SLTP, tema yang diangkat adalah adab dalam menuntut ilmu. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa ilmu pengetahuan harus senantiasa dibarengi dengan akhlak yang baik,” ujar Ustadz Dimas.

Sementara itu, untuk kategori SLTA, panitia mengusung tema yang lebih kompleks, yakni hubungan antara ilmu, iman, dan kemajuan peradaban. Tema ini sengaja dipilih untuk merangsang daya pikir kritis para santri tingkat atas mengenai pentingnya integrasi antara intelektualitas dan keimanan sebelum mereka terjun ke masyarakat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kami ingin mengajak santri berpikir kritis. Keseimbangan antara pemahaman keilmuan dan keimanan adalah kunci untuk memberikan kontribusi nyata bagi peradaban,” tambahnya.

Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, panitia menghadirkan dua dewan juri yang merupakan pembina Kudaireng (Klub Dai Tebuireng) dengan rekam jejak mumpuni. Keduanya adalah Gus Ahmad Azmi Ahsantu Dhoni SAg, serta Ustadz Lalu Ahmad Yani yang dikenal luas sebagai salah satu finalis ajang AKSI Indosiar.

Di akhir acara, Ustadz Dimas berharap perhelatan Haflah Akhirussannah, khususnya pada cabang lomba pidato, dapat terus dipertahankan sebagai ruang pembelajaran positif. Pihak pesantren berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan metode pelaksanaan kompetisi ini pada tahun-tahun mendatang guna melahirkan generasi santri yang cakap berdakwah dan berwawasan luas.

Peserta pidato bahasa Indonesia dalam rangkaian Haflah Akhirusanah Pesantren Tebuireng. Foto: Fatih

Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan