
/1/
Raden Ajeng Kartini,
seorang perempuan yang sederhana,
yang lahir dari kaum bangsawan,
putri bupati jepara pada masanya.
Ia mempunyai harapan,
harapan yang dimiliki hampir setiap perempuan,
tentang perempuan yang ingin bersekolah,
tanpa harus merasa terbelenggu.
Kartini terus melangkah tanpa ragu,
walau banyak rintangan yang menghalanginya,
tetapi, beliau tetap teguh pada pendiriannya,
untuk membawa perubahan pada Indonesia.
Raden Ajeng Kartini,
pahlawan bagi para perempuan,
yang kini dikenang jasanya,
berkat jasa masalalunya.
Pada zaman sekarang,
sudah hampir semua perempuan,
di Indonesia telah bersekolah,
tanpa takut tertekan.
Berkat perjuangannya yang tulus,
sebagai pahlawan perempuan,
yang telah membuka jalan,
bagi pendidikan perempuan Indonesia.
Kartini melihat dunia luar,
dari jendela yang terbuka luas,
ia merenungi masa depan,
masa depan bagi seorang perempuan.
Ia ingin pendidikan yang lebih baik,
bagi perempuan di Indonesia,
yang ingin belajar dengan bebas,
tanpa harus melewati banyak rintangan.
Agar perempuan bisa maju,
Dan tidak tertinggal lagi,
Kartini yakin bahwa perempuan,
Juga dapat menjadi seperti laki laki.
Karna kartini berpikir,
tidak semua wanita yang,
bersekolah tinggi akan kembali ke dapur,
seperti perkataan orang orang.
Oleh: Azmi Mufarrohah 8A
/2/
Di balik remang remang kegelapan
Lahir pikiran dan keinginan
Seorang wanita menulis impian
Untuk orang di masa depan
Ia bermimpi dengan bijaksana
Dengan suatu untaian kata
Tak lagi bergantung adat semata
Namun berdiri engan niat dan takwa
Meski hidupnya tak lama
Jasa nya terkenang selamanya
Membantu banyak orang
Dan menginspirasi orang
Gadis keluarga bangsawan
Terlahir dengan sunyi
Seorang gadis yang tumbuh dengan angan angan
Tetapi langkahnya dibatasi kekangan
Gadis yang menjalani masa pingitan
Tetapi api semangat tak membara
Membaca majalah sebagai pendidikan
Mengukir masa depan bangsa
Lahir dengan batas,tumbuh dengan makna
Sebuah keterbatasan yang di laluinya
Membangkitkan api dalam jiwanya
Yang akan selalu di ingat selamanya
Dengan adanya niat
Dan lahirnya keinginan
ia membangun masyarakat
nan mendirikan pendidikan
dengan proses yang sulit
dengan seuntai keterbatasannya
ia selalu mencari seribu cara
untuk masa depan masyarakat
Dengan doa dan usaha
Ia juga berhasil meraih impiannya
Mesikipun dengan keterbatasannya waktu
sungguh akan terkenang selalu egkau.
Oleh: Dzeta, kelas 7D SMP Sains
/3/
Fajar Menyingsing
Kala embun masih menggelayut
Bahkan mentari pun masih malu – malu di ufuk timur
Jemarimu telah lincah menari diatas lembaran putih
Menulis untuk sebuah perubahan berarti
Kala kabut masih membungkus
Dirimu telah berseri – seri menjadi cahaya
Ketika asap dari tungku tungku baru membumbung ke cakrawala
Dirimu telah melesat jauh untuk mewujudkan sebuah janji
Kala ayam ayam baru saja berkokok
Dirimu telah lantang bersuara menunut kebebasan
Bukan dirimu yang menunggu esok hari
Tapi esok harilah yang meniti jalan mu
Fajar baru terus datang silih berganti
Tapi Jejakmu dikala pagi itu tak pernah terganti
Walaupun ribuan esok berganti lagi
Perjuanganmu tak pernah hilang dan selalu terkenang di hati
Wahai Kartini…
Harga yang Dibayar
Dunia kian berubah menjadi terang
kebebasan untuk terbang bak merpati indah terbuka lebar
ingin jadi apapun di masa nanti tak ada yang melarang
laki-laki – perempuan semuanya bisa belajar
hak-hak dan dan kesetaraan berjalan di atas satu benang kesetaraan
Tak ada lagi patriarki yang mengukung jiwa putri bangsa
Harga diri dan martabat bukan lagi jadi keset, terinjak injak
Setelah semua perjuangan yang dilakukan Putri Indonesia
Kartini..
ialah yang membebaskan merpati-merpati dari sangkar
supaya mereka bisa bebas terbang kemana mereka mau
Tapi hari ini.. banyak merpati yang justru
menceburkan diri mereka ke dalam rawa kotor
Terbawa arus dunia yang menghanyutkan mereka
Terlena oleh ketenaran semu
Lupa jika marwah diri jauh lebih penting
Lupa jika kebebasan yang mereka dapat dulunya dijuluki konco wingking
Apakah ini harga yang seharusnya dibayar?
Inikah balasan dari jerih payah seorang Kartini untuk bangsa?
Oleh: Vera W. Pitaloka, kelas 8B SMP Sains
/4/
Mimpi yang Kau Wariskan
Matahari datang membawa cahayanya
Menghapus gelapnya malam Wanita
Goresan tinta yang penuh harapan
Serta kertas yang tak lelah bersuara
Mungkin hari ini, hanya tulisanmu yang kami kenali
Mungkin kini, kami hanya sanggup mengingat nama
Namun, jauh di dalam diri
Mimpimu tetap hidup
Kau yang datang membawa harapan
Dinding-dinding telah hancur oleh kertasmu
Penamu menjadi terang bagi gelapnya jalan
Dan disini, kami berdiri
Mewarisi mimpi yang kau citakan
Juang pena dan kertasmu
Disaat gelap mengukung jalan
Penamu membawa terang
Disaat dinding dinding kokoh menghalagi mimpi
Kertas kertasmu berjuang membawa harapan
Suaranya hadir ke seluruh negeri
Membawa mimpi yang terkubur
Tulisannya bukan sekedar huruf diatas kertas
Tetapi harapan bagi Perempuan
Ia ingin kami bicara
Ia ingin suara kami terdengar
Ia ingin kami menjadi bagian negeri
Bukan sekedar hiasan di beranda rumah
Oleh: Aqila Firdaus Nisrina 7C
Puisi-puisi ini ditulis oleh santri SMP Sains Tebuireng Jombang.


















