
Tebuireng.online- Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus dzuriyah Pesantren Tebuireng, KH. Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyoroti minimnya kehadiran generasi muda atau Gen Z dalam agenda-agenda alumni. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Halalbihalal Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) di Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (18/4/2026).
Di hadapan ribuan alumni, Gus Irfan secara blak-blakan menyebut kehadiran Gen Z sangat krusial agar organisasi tidak kehilangan relevansi bagi lulusan muda. Menurutnya, merangkul generasi baru penting guna mencegah terjadinya gegar budaya saat mereka beradaptasi di lingkungan luar pesantren.
“Mudah-mudahan kegiatan berikutnya Gen Z lebih banyak hadir. Kalau perlu, kasih kesempatan mereka jadi panitia. Saya kira jika mereka jadi panitia, suasananya akan beda, tidak rutinitas seperti ini yang isinya sambutan dan pidato panjang,” tegas Gus Irfan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga berbagi cerita mengenai beratnya tanggung jawab sebagai Menteri Haji dan Umrah yang baru dijabatnya selama enam bulan. Ia mengaku sempat masuk rumah sakit hingga tiga kali akibat tekanan beban kerja, namun tetap berusaha menjalaninya dengan lapang dada.
Ia menegaskan bahwa dukungan moral dan spiritual dari lingkungan pesantren merupakan kunci kekuatannya dalam menjalankan amanah negara.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh santri dan para kiai. Doa dari para santri itulah yang menguatkan saya,” tutur beliau.
Menutup penyampaiannya, Gus Irfan menyinggung pesan mendalam dari pakar tafsir Tebuireng, KH Musta’in Syafi’i, terkait penjagaan integritas amanah. Ia mengutip pesan Kiai Musta’in yang meminta agar semua pihak tidak mengintervensi tugasnya demi kepentingan pribadi.
“‘Gus Irfan itu jangan diganggu (ojo dirusuhi). Jangan minta ini, jangan minta itu’. Itu adalah ungkapan hati saya yang dibaca oleh beliau,” pungkas Gus Irfan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para alumni untuk tetap menjaga muruah pesantren dan mendukung tugas-tugas kenegaraan secara profesional tanpa membebani pejabat publik dengan kepentingan golongan.
Baca Juga: Munas IKAPETE Perbarui Struktur Lembaga, Fokus pada Isu Perempuan hingga Budaya
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Sutan


















