
Tebuireng.online- Guna meningkatkan kualitas dan kesiapan mental calon pembina santri, Pesantren Tebuireng menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) khusus di Balai Diklat Pesantren Tebuireng, Jombok, Ngoro, Jombang, Sabtu (4/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, para peserta dibekali pemahaman mengenai peta persebaran cabang Pesantren Tebuireng sebagai persiapan masa pengabdian.
Mudir IV Pesantren Tebuireng, KH. Agus Abdul Mughni atau yang akrab disapa Gus Mughni, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, Pesantren Tebuireng telah memiliki 19 cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk luar Pulau Jawa.
Menurut Gus Mughni, ekspansi cabang ini memiliki misi utama untuk mensyiarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah dalam bingkai Nahdlatul Ulama. Selain itu, keberadaan cabang bertujuan mempermudah akses bagi calon santri di daerah agar tetap bisa menimba ilmu dengan standar Tebuireng tanpa terkendala jarak geografis ke pusat di Jombang.
Dalam pemaparannya, Gus Mughni menjelaskan syarat ketat pembentukan cabang baru guna menjaga kualitas pendidikan. Beberapa syarat tersebut meliputi legalitas lahan yang bebas sengketa, kelayakan fasilitas asrama, keberadaan masjid, serta ketersediaan lembaga pendidikan formal dan sarana pendukung lainnya.
“Pesantren Tebuireng pusat akan memberikan dukungan penuh berupa standardisasi kurikulum kitab serta pengiriman pembina santri untuk mendampingi proses pendidikan di tiap cabang,” jelas Gus Mughni.
Di akhir sesi, Gus Mughni menekankan pentingnya kesiapan mental bagi para calon pembina. Ia mengingatkan bahwa tugas syiar menuntut pengorbanan dan ketangguhan di mana pun mereka ditempatkan.
“Yang namanya syiar itu tidak ada tempat yang enak. Di mana pun kalian ditugaskan harus siap, karena syiar adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dan disebarkan,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu mencetak kader pembina santri yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki loyalitas tinggi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat di berbagai pelosok daerah.
Baca Juga: Dampingi Santri Temukan Jati Diri, Calon Pembina Tebuireng Dibekali Ilmu Psikologi Remaja
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















