
Tebuireng.online— Rangkaian Musyawarah Nasional IKAPETE 2026 dan Festival Pesantren Tebuireng terus berlangsung meriah. Salah satu agenda yang mencuri perhatian pada Sabtu (17/4) pagi, adalah bazar IKAPETE yang menghadirkan sekitar 20 stand dari berbagai daerah.
Bazar secara resmi dibuka oleh Ibu Nyai Lelly Lailiyah Hakim dengan prosesi pemotongan pita di panggung utama, yang kemudian dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi seluruh stand. Suasana bazar tampak hidup dengan beragam produk yang ditawarkan, mulai dari makanan, minuman, pakaian, aksesoris, tas, hingga buku bacaan.
Baca Juga: Di Munas IKAPETE, Prof Masykuri Soroti Peran Adab dalam Modernisasi Organisasi
Salah satu peserta bazar, Ibu Tutik dari Kediri, Kecamatan Purwoasri, yang mengusung UMKM mandiri, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti bazar IKAPETE. Ia menjajakan produk aksesoris dan busana. “Dapat info dari internet lalu menghubungi panitia. Ini pertama kali ikut, masih berusaha dan belum tahu hasilnya. Tapi antusias pengunjung lumayan, semoga omzetnya besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Agus Ahmad Yani, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 16 Temanggung, turut membawa berbagai produk hasil kemandirian pesantren seperti kopi, gula semut, jilbab, dan sarung. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana penting dalam mempererat hubungan antaralumni dan pesantren cabang.
“Menjalin silaturahmi lebih akrab dan hangat, menambah sinergitas dalam banyak hal, serta menjaring jejaring alumni dan pesantren cabang, sekaligus mengalap berkah Hadratussyaikh,” ujarnya. Ia juga berharap produk-produk dari Temanggung dan daerah lain dapat terus ditingkatkan, khususnya karya dari para alumni.


Dari Pasuruan, Mahbub yang tergabung dalam IKAPETE turut memamerkan beragam produk seperti telur omega, beras sehat probiotik, kopi, pupuk organik Biojos, hingga berbagai varian madu. Menurutnya, bazar ini menjadi ajang edukasi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan dari masing-masing daerah. “Kegiatan seperti ini sangat baik dan perlu dilanjutkan dalam event-event besar lainnya,” katanya.
Baca Juga: Munas IKAPETE 2026 Resmi Dibuka, Siapkan Kepemimpinan Baru dan Penguatan Jaringan Alumni
Hal senada disampaikan Ahmad Fathurrohman dari IKAPETE DIY. Alumni Ma’had Aly tahun 2014 ini mengaku bangga bisa menjadi bagian dari IKAPETE. Kini ia mengembangkan penerbitan buku melalui afkaruna.id dan Creative Fafa. Ia juga memberikan masukan agar tampilan panggung bazar ke depan dapat dibuat lebih menarik. “Kalau ada evaluasi, mungkin bisa ditambahkan hiasan panggung agar lebih menarik minat pengunjung,” ujarnya.
Partisipasi unik datang dari Muhammad Saleh yang mewakili Pondok Pesantren Jamhaliyah, satu-satunya pesantren khusus tuli di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah memiliki izin operasional. Ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi berbasis kolektif.
“Ekonomi harus dibangun secara kolektif. Tanpa ekonomi tidak ada kegiatan. Jadi bangun ekonomi terlebih dahulu agar kegiatan bisa berjalan,” tegasnya. Ia juga berharap ke depan IKAPETE dapat membentuk kepengurusan cabang hingga tingkat daerah secara lebih luas.
Bazar IKAPETE ini tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga wadah silaturahmi, promosi produk, serta penguatan jejaring ekonomi antar alumni dan pesantren. Kehadirannya semakin menegaskan semangat kemandirian dan kolaborasi dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui kekuatan tradisi pesantren.
Baca Juga: Siap Digelar! Munas IKAPETE & Festival Pesantren Tebuireng 2026 Undang Partisipasi Alumni
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















