Penutupan Pengajian Ramadan, Gus Kikin Sampaikan Pesan-pesan Penting Ini

44
Suasana penutupan pengajian Ramadan di Pesantren Tebuireng Jombang (foto: fatih)

​Tebuireng.online— Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin), secara resmi menutup rangkaian pengajian Ramadan di Masjid Pesantren Tebuireng, Selasa (10/3/2026) malam. Acara tersebut dimulai tepat pukul 21.00 WIB.

​Dalam amanatnya, Gus Kikin menegaskan bahwa tradisi mengkaji dan mengkhatamkan kitab selama bulan suci merupakan sebaik-baik amalan yang dilakukan di bulan Ramadan. ​”Nomor satu yang harus kita lakukan adalah baca Al-Qur’an. Turunan Al-Qur’an ada hadis dan kitab,” terangnya.

Baca Juga: Lepas 3.300 Santri Mudik Bareng, Gus Kikin: Jadilah Duta Tebuireng yang Bermanfaat di Masyarakat

​Beliau berharap para santri diberi kemudahan dalam menerima ilmu, serta dapat mengamalkan apa yang telah didapat selama di Tebuireng. Gus Kikin juga menegaskan bahwa santri Tebuireng adalah santri Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

​”Kalau kami ini cuma melanjutkan. Di sini banyak kitab yang ditulis Hadratusyaikh, kita hanya membacakan,” tambahnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

​Menyambut kepulangan santri ke kampung halaman, Gus Kikin menitipkan salam takzim kepada orang tua santri. Beliau mendoakan kelancaran perjalanan mereka dan berpesan agar santri tetap menjaga identitas pesantren saat berada di rumah.

Beliau mengingatkan agar masa libur tetap diisi dengan ibadah, terutama dalam mengejar keutamaan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Wujud Kepedulian, Santri dari OPI-TH Bagikan Ratusan Takjil untuk Warga

Para santri saat mengikuti penutupan Pengajian Ramadan di Masjid Tebuireng (foto: fatih)

​Dalam sela-sela pesannya, beliau juga menceritakan kisah Nabi Muhammad Saw, yang bercerita kepada para sahabat mengenai kaum Bani Israil yang berjihad selama seribu bulan demi mensyiarkan agama. Kala itu, seorang sahabat bertanya bagaimana cara menyamai  jihad tersebut, mengingat usia umat Nabi Muhammad rata-rata hanya 60-70 tahun.

​”Bagaimana kami bisa menyamai jihad Bani Israil yang selama 83 tahun?” kata Gus Kikin mengutip kegelisahan sahabat Nabi.

​”Menanggapi hal itu, Nabi menjawab dengan mengutip ayat Al-Qur’an:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ “۝٣

​Gus Kikin menjelaskan bahwa umat Islam saat ini telah diberi kemudahan dengan adanya malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Baca Juga: Kemandirian Adalah Marwah Santri, Gus Shodiq Ajak Kader Tebuireng Miliki Usaha Sendiri

​Khusus bagi santri kelas 12 yang akan segera purna studi, Gus Kikin menginstruksikan pentingnya menjaga jejaring melalui Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE). Beliau menegaskan bahwa meski telah menjadi alumni, ikatan batin santri Tebuireng tidak akan pernah terputus.

​”Kita harus terus menyambung silaturahmi sampai kapan pun,” pungkas Gus Kikin.



Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary