MINHA Jombang Jadi Ruang Belajar Luar Kelas bagi Siswa Sekolah

94
Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) menjadi instrumen pembelajaran luar kelas yang strategis bagi berbagai lembaga pendidikan. Foto: Novi

Tebuireng.online- Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) yang berlokasi di kawasan Pesantren Tebuireng kian mempertegas posisinya sebagai destinasi edukasi unggulan di Jawa Timur. Keberadaan museum ini kini menjadi instrumen pembelajaran luar kelas yang strategis bagi berbagai lembaga pendidikan untuk menanamkan nilai nasionalisme dan religiusitas kepada para siswa.

Kunjungan rombongan pelajar dari berbagai daerah selain bertujuan untuk menelusuri jejak sejarah Islam Nusantara, tetapi juga sebagai sarana penguatan spiritual. Hal ini terlihat dari antusiasme para pendidik yang mendampingi siswanya melakukan studi lapangan di museum tersebut.

Ahmad Qomaruddin, salah satu pengajar dari SDN Temu Wulan, Perak, mengungkapkan bahwa kunjungan ini memiliki makna ganda bagi para siswa kelas akhir yang akan segera menempuh evaluasi belajar.

“Karena sebentar lagi siswa akan menghadapi ujian, kami hadir di sini dengan harapan para siswa mendapatkan inspirasi dari perjuangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Kami berharap mereka mendapatkan keberkahan sehingga dimudahkan dalam menghadapi ujian nanti,” tutur Ahmad Qomaruddin.

Para siswa pun tampak antusias mengeksplorasi setiap sudut museum. Gibran Pratama, siswa kelas VI SDN Temu Wulan, mengaku terkesan dengan keragaman koleksi yang dipamerkan. “Sangat suka berkunjung ke sini karena koleksinya banyak dan menarik,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pihak pengelola museum mencatat adanya tren peningkatan pengunjung yang cukup signifikan. Ari Setiawan, bagian Humas MINHA, menjelaskan bahwa dalam satu hari jumlah pengunjung bisa mencapai angka 1.700 orang yang berasal dari berbagai latar belakang daerah dan usia.

“Pengunjung kami sangat beragam. Museum ini dirancang inklusif dan ramah untuk semua kalangan, termasuk anak-anak. Tidak ada batasan usia untuk masuk, bahkan orang tua yang membawa bayi pun diperbolehkan,” jelas Ari.

Untuk mendukung aspek edukasi bagi rombongan pelajar, MINHA menyediakan pemandu khusus (tour guide) yang bertugas memaparkan narasi sejarah dan detail koleksi secara komprehensif. Fasilitas ini bertujuan agar transformasi ilmu pengetahuan dapat tersampaikan secara efektif kepada generasi muda.

Dukungan penuh juga datang dari wali murid yang mendampingi proses belajar di lapangan. Tri Maryanti, salah satu orang tua siswa, berharap kunjungan ke MINHA dapat memantik semangat belajar anak-anak melalui pemahaman sejarah yang autentik.

Keberadaan MINHA diharapkan terus menjadi jembatan bagi generasi masa depan untuk tidak melupakan akar sejarah bangsa. Dengan memahami perjuangan para ulama dalam membangun fondasi Indonesia, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah air.


Pewarta: Novi Syahwalina Irsa

Editor: Sutan