Wujudkan Toleransi, Pesantren Tebuireng 17 Sokaraja Kirim Karangan Bunga Imlek ke Klenteng Hok Te Bio

56
Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja menunjukkan aksi nyata nilai kemanusiaan dan toleransi antarumat beragama, Senin (16/02/2026). Foto: Choi

Tebuireng.online- Purwokerto- Di tengah suasana harmoni perayaan Tahun Baru Imlek, Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja menunjukkan aksi nyata nilai kemanusiaan dan toleransi antarumat beragama. Pada Senin (16/02/2026), pihak pesantren menyerahkan karangan bunga bertuliskan “Gong Xi Fa Cai” kepada Klenteng Hok Te Bio Sokaraja sebagai ungkapan selamat dan harapan baik.

Penyerahan karangan bunga bernuansa merah dan emas tersebut dilakukan langsung oleh pengasuh pesantren, KH. Irchamni Masdhari. Langkah ini menjadi simbol keberuntungan, kemakmuran, sekaligus jembatan antarbudaya yang kokoh di wilayah Banyumas.

Dalam sambutannya, KH. Irchamni Masdhari menekankan pentingnya saling menghormati dan merayakan kebersamaan dalam keberagaman. Beliau menegaskan bahwa perbedaan etnis dan agama bukanlah penghalang untuk menjalin hubungan persaudaraan sesama manusia.

“Tindakan ini adalah bentuk penghormatan kepada sesama, terlepas dari perbedaan agama dan etnis. Seperti yang dicontohkan oleh Gus Dur, kita harus selalu menjunjung tinggi nilai persatuan dan kemanusiaan,” ujar Kiai Irchamni.

Momen ini menarik perhatian warga sekitar. Banyak masyarakat yang antusias mendokumentasikan karangan bunga tersebut melalui ponsel mereka, menandakan apresiasi yang tinggi terhadap pesan perdamaian yang dikirimkan oleh pesantren.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Antusiasme tidak hanya datang dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan santri. Yusuf, salah seorang santri kelas akhir, menyatakan rasa bangganya terhadap kebijakan pesantren yang inklusif.

“Saya bangga kepada Pesantren Tebuireng 17. Ini adalah cara kami menunjukkan cinta dan kebersamaan, terutama di momen spesial bagi teman-teman yang merayakan Imlek,” tuturnya.

Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari warga Tionghoa yang tinggal di sekitar lingkungan Pesantren Abdul Djamil. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas simpati dan kerukunan yang ditunjukkan oleh institusi pendidikan Islam tersebut.

Pihak Humas Publikasi Tebuireng 17 menyatakan bahwa langkah kecil ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk memperkuat jalinan hubungan antarumat beragama. Pesantren berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan yang memupuk toleransi universal di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja menunjukkan aksi nyata nilai kemanusiaan dan toleransi antarumat beragama, Senin (16/02/2026). Foto: Choi

Pewarta: Choi, Humas Publikasi Tebuireng 17