
Tebuireng.online— Koordinator Gusdurian Jombang, Ning Ema Rahmawati, mendampingi rombongan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMT) Mojokerto melakukan ziarah tahunan ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sabtu (7/2/2026). Prosesi ziarah dilakukan dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Gus Dur.
Baca Juga: Gusdurian Jombang Dampingi Masyarakat Tionghoa Ziarah ke Makam Gus Dur
Perwakilan PSMT Mojokerto, Rini Hwang mengatakan, bahwa ziarah ke makam Gus Dur telah menjadi agenda rutin setiap menjelang Imlek. Menurutnya, etnis Tionghoa memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat dengan Gus Dur.
“Karena etnis Tionghoa tidak bisa dipisahkan dari Gus Dur. Kami tidak mungkin melupakan leluhur kami, dan akan selalu mengenang Gus Dur,” ujar Rini saat diwawancarai.

Gus Dur bagi masyarakat Tionghoa dikenal sebagai sosok yang berjasa besar dalam memperjuangkan pengakuan dan kebebasan berekspresi etnis Tionghoa di Indonesia. Ia mencabut berbagai kebijakan diskriminatif terhadap agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa yang sebelumnya dilarang tampil di ruang publik.
Baca Juga: Sahur Bareng Bu Shinta Abdurrahman Wahid, Gusdurian Jombang Angkat Tema Kebangsaan
“Karena jasa Gus Dur, sampai sekarang kami diakui keberadaannya,” tegas Rini yang juga menjabat sebagai Ketua Imlek Mojokerto.
Ia menambahkan, Gus Dur merupakan teladan tokoh agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keberagaman tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.
“Beliau adalah sosok yang luar biasa bagi kami. Gus Dur tidak pernah membedakan agama dan ras,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Rini mengajak seluruh masyarakat Tionghoa untuk tidak melupakan sejarah dan jasa Gus Dur.
“Kita harus selalu ingat sejarah, mengenang jasa Gus Dur, dan setiap tahun harus ke sini karena beliau adalah pahlawan bagi etnis Tionghoa,” pungkasnya.
Baca Juga: Gusdurian Jombang Ajak Kalangan Muda Bicara Soal Gus Dur
Sementara itu, Koordinator Gusdurian Jombang, Ning Emma, mengapresiasi kegiatan ziarah tersebut. Ia menilai tradisi ini sebagai bentuk nyata penghormatan lintas iman dan budaya.
“Acara seperti ini menurut saya bagus,” ucapnya singkat.
Usai berziarah, rombongan PSMT Mojokerto menyempatkan diri singgah ke warung legendaris Kikil Gus Dur, yang dikenal sebagai salah satu tempat makan favorit almarhum semasa hidup.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















