
Tebuireng.online— Ajang National Creativity Competition (NCC) ke-12 tahun 2026 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi siswa kelas 9 SMP Sains Tebuireng. Di SMA Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan, Jombang, kompetisi tingkat nasional jenjang SMP/MTs ini tidak hanya menghadirkan persaingan ketat, tetapi juga menghadiahkan sesuatu yang jauh lebih bermakna dari sekadar piala, yakni voucher umrah bagi para pemenang.
Di cabang Speech Contest, prestasi tertinggi diraih oleh Archie Javas Nararya, siswa kelas 9F kelahiran Jember 20 Oktober 2010. Anak pertama dari tiga bersaudara ini berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional setelah melalui proses panjang sejak Oktober tahun sebelumnya. Archie mengaku awalnya tak pernah menyadari memiliki potensi di bidang speech.
Baca Juga: Membanggakan! Kisah Alaina, Siswi SMP Sains Tebuireng di Dunia Olimpiade
“Yang saya tahu, saya senang berbicara. Alhamdulillah, guru bahasa Inggris saya menyadari potensi itu dan membimbing saya,” tuturnya.
Perjalanan Archie di dunia speech dimulai sejak kelas tujuh dengan berbagai dinamika naik turun. Lingkungan keluarga, guru, dan sekolah menjadi faktor utama yang membuatnya bertahan. “Saya belajar bahwa speech bukan hanya soal menghafal, tapi juga tentang pemahaman dan aksi nyata atas materi yang kita sampaikan,” ujarnya.
Untuk membagi waktu antara sekolah dan pondok, Archie memilih memaksimalkan latihan di sekolah. “Saya membuat target waktu latihan dan mengambil waktu di sekolah karena lebih mudah mengejar pelajaran dibandingkan ketertinggalan di pondok,” jelasnya.
Ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama, Archie mengaku sangat terharu. “Alhamdulillah saya sangat senang dan bangga sekali, karena setelah berkali-kali ikut lomba speech akhirnya bisa juara satu di taraf nasional,” katanya. Hadiah voucher umrah yang ia terima menjadi pengingat untuk terus rendah hati dan berkembang.
Baca Juga: Pameran SMP Sains Tebuireng Segera Digelar, Siap Unjuk 40 Inovasi dan Pentas Sains!
“Saya berharap bisa menjadikan ini sebagai batu loncatan dan tidak cepat berpuas diri,” tambahnya.
Prestasi di cabang speech juga diraih oleh Zafirah Ilmi, siswi kelas 9B asal Sidoarjo yang lahir pada 6 Mei 2011. Anak kedua dari tiga bersaudara ini berhasil meraih Juara Harapan 1. Zafirah menggambarkan pengalamannya mengikuti NCC sebagai momen penuh ketegangan sekaligus keseruan. “Dapat experience yang menegangkan, tapi ternyata seru juga,” ungkapnya.
Dalam persiapannya, Zafirah banyak mendapatkan bimbingan dari sekolah serta pendamping yang membantu mengevaluasi kesiapan lomba. Meski awalnya mengikuti lomba atas saran sekolah dan wali kelas, Zafirah menegaskan keikutsertaannya juga lahir dari keinginan pribadi.
Baca Juga: Inspiratif! Simak Perjalanan Siswi SMP Sains di Olimpiade BBB International
“Di sisi lain, ini juga murni dari diri saya sendiri karena ingin punya pengalaman yang mengesankan,” ujarnya. Setelah meraih juara, ia mengaku sangat bersyukur. “Alhamdulillah senang, bahagia, dan bersyukur. Dukungan keluarga dan sekolah membuat saya tetap semangat dan optimis,” katanya.
Sementara itu, prestasi membanggakan juga datang dari cabang Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diraih oleh Filzah Naia Safaa dan Nayla Sahrania Nuzullur Rohmah, siswi kelas 9C. Keduanya berhasil meraih Juara 2 dan memperoleh voucher umrah sebagai bagian dari penghargaan lomba. Filzah, siswi kelahiran Nganjuk, 10 Juni 2011, mengaku tak menyangka perjuangan panjangnya berbuah hadiah istimewa.
“Alhamdulillah, jujur tidak menyangka bisa juara dua. Senang dan bersyukur sekali,” tuturnya.
Baca Juga: Debut Bersejarah! Santri SMP Sains Tebuireng Lolos Karantina Guk Yuk Cilik Jombang 2026
Hal tersebut juga diiyakan oleh Naila anak pertama dari 3 bersaudara yang sudah pernah mengikuti lomba LKTI sebelumnya merasa perjuangan ini terbayarkan, “Sebelumnya saya mengikuti lomba LKTI 1
kali. namun masih belum berhasil. Lalu di kesempatan kali ini semua itu terbayarkan saat hasilnya sepadan. Proses nya yang memakan banvak waktu dan banvak ketinggalan Pelajaran membuat saya pernah ada rasa untuk hampir menyerah.” Jelasnya.
Proses yang dilalui Filzah dan Nayla terbilang panjang dan menguras waktu. Mereka harus melewati empat tahapan seleksi ketat, mulai dari pengumpulan abstrak, naskah penuh, pembuatan video produk, hingga presentasi dan pameran di babak final. “Sering bimbingan di jam istirahat, sepulang sekolah sampai sore, lalu malam tetap mengerjakan tugas,” kata Filzah. Voucher umrah yang diperoleh diketahui berlaku untuk dua orang, meski rencana keberangkatan masih akan dibicarakan bersama orang tua.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Raih Juara 1 Dai Dakwah Modernisasi Kemenag Jombang 2025
National Creativity Competition ke-12 yang berlangsung pada 12–13 Januari 2026 ini diselenggarakan oleh SMA Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan, Jombang. Ajang ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan keberanian mencoba dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus hadiah bernilai spiritual.
Bagi ketiga siswa SMP Sains Tebuireng tersebut, NCC bukan sekadar lomba. Ia menjadi ruang belajar tentang proses, ketekunan, dan rasa syukur, sekaligus titik awal untuk melangkah lebih jauh menuju prestasi-prestasi berikutnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















