Inspiratif! Simak Perjalanan Siswi SMP Sains di Olimpiade BBB International

179
Dokumentasi: Smpsains-tebuireng

Tebuireng.online— Perjalanan Zahidah Syakiraa Tamimah dalam dunia Matematika bukanlah cerita yang lahir dalam semalam. Siswi kelas 9A SMP Sains Tebuireng Jombok ini telah mengenal atmosfer kompetisi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Konsistensi dan kecintaannya pada angka kembali membuahkan hasil ketika ia berhasil meraih silver medal dalam cabang Mathematic Olympiad pada ajang Big Bay Bei (BBB) International tahun 2025.

Zahidah mengisahkan bahwa pengalaman pertamanya mengikuti lomba internasional terjadi saat ia masih kelas 2 SD. Saat itu, rasa tidak percaya diri sempat menguasainya karena harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Baca Juga: Debut Bersejarah! Santri SMP Sains Tebuireng Lolos Karantina Guk Yuk Cilik Jombang 2026

“Jujur saya sangat tidak percaya diri, apalagi lawan yang saya hadapi sangat banyak dan tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi juga dari luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Cina, dan masih banyak lagi,” tuturnya pada tebuireng online, Selasa (20/1).

Namun di balik rasa takut itu, ia justru berhasil meraih medali perunggu. Sejak saat itulah, dunia kompetisi menjadi bagian dari perjalanan belajarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Seiring berjalannya waktu, Zahidah mulai terbiasa menghadapi berbagai tipe soal. Pengalaman yang terus bertambah membuatnya lebih tenang saat mengikuti lomba BBB. “Setelah beberapa tahun saya mengikuti lomba, saya sudah mulai terbiasa dengan soal-soal yang keluar. Jadi saat mengikuti lomba ini saya tidak terlalu takut, malah saya merasa senang, meskipun sedikit pusing tapi seru,” ungkapnya sambil tersenyum.

Kecintaannya pada matematika bukan sekadar hobi biasa. Zahidah mengaku hampir seluruh ketertarikannya tercurah pada mata pelajaran tersebut. “Mungkin sekitar 97 persen. Saya bukan tipe orang yang suka menghafal, tapi saya suka memecahkan soal dan menemukan cara sendiri yang lebih mudah saya pahami. Kalau sudah berhasil menjawab soal, rasanya senang banget,” katanya.

Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi Internasional di IISRO 2025

Keyakinannya meraih prestasi, menurut Zahidah, tak lepas dari doa dan dukungan orang tua. Selain itu, kebiasaannya berlatih soal-soal tahun sebelumnya menjadi bekal penting. Ia bahkan menilai bahwa soal lomba internasional memiliki pola yang relatif serupa. “Menurut saya, soal lomba internasional itu justru lebih gampang dibandingkan soal lomba nasional karena tipe soalnya mirip dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya berbeda angka saja,” jelasnya.

Ketertarikan Zahidah pada matematika sebenarnya sudah muncul sejak kecil. Namun, ia mulai benar-benar mendalami bidang tersebut saat kelas 2 SD ketika mengikuti les di Dika PM Klinik Pendidikan MIPA. Kemudian, saat kelas 5, ia melanjutkan pembinaan di Rumbo Surabaya, baik secara offline maupun online. Sejak saat itu, intensitasnya mengikuti lomba internasional semakin meningkat karena memiliki akses latihan soal dari tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan prestasinya terjadi saat masih duduk di bangku SD, ketika ia terpilih menjadi delegasi sekolah dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang matematika. “Saya tidak terlalu berharap banyak waktu itu, tapi alhamdulillah saya mendapat juara satu OSN tingkat kabupaten. Saya kaget sekaligus senang karena bisa membanggakan orang tua dan sekolah,” kenangnya. Bahkan beberapa bulan kemudian, ia sempat menerima tawaran beasiswa ke Jawa Barat, meski akhirnya tidak diambil karena jarak yang terlalu jauh.

Baca Juga: Jago Coding! Santri SMP Sains Tebuireng Borong Juara di International Islamic Robotic Olympiad (IISRO) 2025

Lomba Big Bay Bei (BBB) International sendiri dilaksanakan pada 5 Januari 2026 dan diikuti oleh peserta dari dalam maupun luar negeri. Dalam ajang tersebut, Zahidah mengikuti kompetisi bersama kakaknya, Kaysah Chilwah Kaamilah, yang merupakan siswa SMA Trensains. Kebersamaan itu menjadi motivasi tersendiri baginya dalam menjalani masa persiapan.

Persiapan Zahidah menjelang lomba terbilang intens. Ia mulai belajar sekitar satu minggu sebelumnya dengan memanfaatkan kumpulan soal BBB dari tahun ke tahun yang dikirimkan oleh sang ibu. Waktu-waktu luang seperti jam istirahat sekolah, setelah kegiatan pondok, hingga hari Jumat dimanfaatkan untuk berlatih. Ia juga belajar bersama kakaknya, saling membantu memahami soal dengan panduan kunci jawaban dan pembahasan.

“Selain belajar, saya juga berdoa dan meminta doa dari orang tua, wali kelas, pembina, dan teman-teman agar diberi kemudahan,” ujarnya.

Meski lomba tersebut bukan secara resmi melalui delegasi sekolah, Zahidah mengaku sangat terbantu oleh dukungan SMP Sains Tebuireng. Pihak sekolah dengan terbuka memberikan fasilitas seperti peminjaman ponsel, penyediaan soal, hingga membantu proses pengiriman jawaban. “Saya sangat berterima kasih kepada pihak sekolah karena selalu memberikan fasilitas terbaik untuk lomba kepada saya,” tuturnya.

Baca Juga: Dua Tim SMP Sains Tebuireng Borong Juara di Olimpiade TIK TechUp 2025

Zahidah berharap dapat lebih serius dan konsisten mengikuti berbagai ajang olimpiade internasional seperti HKIMO, PHIMO, TIMO, BBB, SEAMO, hingga PHIMSO. Ia bercita-cita membanggakan orang tua, mengharumkan nama pondok dan sekolah, serta membuka jalan masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi. “Semoga lomba-lomba yang saya ikuti ke depannya bisa lolos sampai final dan mendapat juara,” harapnya.

Di sela kesibukan belajar dan berlatih soal, Zahidah memiliki cara tersendiri untuk menjaga suasana hati. Ia gemar membaca buku, mendengarkan musik, memasak, dan membersihkan lingkungan sekitar. Baginya, ruang belajar yang rapi dan suasana hati yang tenang menjadi kunci fokus saat belajar.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary