
Tebuireng.online- Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, memberikan pesan kepada para santri. Dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ahad (18/1/2026), beliau menekankan pentingnya memperbaiki kualitas ibadah salat sejak dini.
Peringatan Isra Mikraj tahun ini terasa istimewa karena Gus Kikin didampingi jajaran pimpinan pesantren untuk menyambut kehadiran Ketua Umum MUI Pusat di hadapan ribuan santri.
Dalam sambutannya, Gus Kikin mengingatkan bahwa waktu menuju bulan Ramadhan sudah semakin dekat. Beliau mengajak seluruh santri untuk menjadikan sisa waktu ini sebagai momentum pembenahan diri, terutama dalam hal ibadah wajib.
“33 hari sebelum Ramadhan, mari kita perbaiki salat sesuai dengan yang diajarkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW,” ajak Gus Kikin dengan penuh takzim.
Beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj adalah bukti autentik betapa pentingnya kedudukan salat. Berbeda dengan ibadah lain, perintah salat diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT. Terlebih, di bulan Ramadhan mendatang, setiap pahala ibadah akan dilipatgandakan.
Lebih lanjut, Gus Kikin memaparkan korelasi antara kualitas salat dengan perilaku sehari-hari. Menurutnya, shalat yang dilakukan dengan benar secara lahir dan batin akan berdampak pada terjaganya akhlak santri.
“Jikalau salat kita sudah baik dan benar, Insyaallah akan mencegah perbuatan keji dan munkar. Apalagi jika sudah mencapai tingkatan Ihsan; beribadah seakan-akan melihat Allah, dan jika tidak mampu melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Dia melihatmu,” tegas beliau.
Menutup sambutannya, Gus Kikin mengingatkan para santri tentang keutamaan bulan Sya’ban yang sedang dijalani. Beliau berharap para santri meningkatkan intensitas ibadah agar mendapatkan rida Allah SWT saat catatan amal ditinjau.
“Di pertengahan bulan Sya’ban, Allah SWT akan melihat hamba-Nya; siapa saja yang akan diberikan kemudahan, pahala, ataupun ampunan-Nya,” pungkas Gus Kikin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ketua Umum MUI yang membedah lebih dalam mengenai urgensi menjaga persatuan umat dan kekuatan spiritual melalui momentum Isra Mikraj.
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Sutan


















