
Berbicara mengenai sosok M. Quraish Shihab, maka tidak akan terlepas dari buah pemikirannya yang dituangkan melalui karya-karya tulisnya. Pada tulisan inilah, yang menjadi media bagi M. Quraish Shihab untuk mendakwahkan risalah keislaman. Sebagai seorang yang berpikiran maju, Muhammad Quraish Shihab telah menghasilkan karangan yang sangat banyak baik berupa buku, makalah, maupun artikel dan tulisan lepasnya yang telah diterbitkan berbagai penerbit, di antara karya – karyanya tersebut adalah :
Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran
Karya ini merupakan tafsiran dari ayat-ayat al-Quran yang membantu manusia untuk memperdalam pemahaman dan penghayatan tentang Islam. Juga merupakan pelita bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Kitab tafsir ini merupakan karya yang paling monumental Muhammad Quraish Shihab, terdiri dari 15 jilid yang mengupas ayat-ayat al-Quran 30 juz.
Membumikan Al-Quran Fungsi dan Peran Wahyu dalam Masyarakat
Pada awalnya, karyanya ini merupakan kumpulan dari makalah-makalah dan ceramah-ceramah tertulisnya sejak tahun 1975. Buku ini pertama kali diterbitkan oleh penerbit Mizan di Bandung pada tahun 1992. Buku ini berisi lebih dari enam puluh tulisannya. Dalam buku ini M. Quraish Shihab berbicara tentang dua tema besar, yaitu tafsir dan ilmu tafsir serta beberapa tema pokok ajaran-ajaran al-Quran. Setiap tema-tema tersebut penulis bahas melalui pendekatan tafsir maudhu’i (yaitu metode tafsir yang membahas ayat-ayat al-Quran dalam tema-tema tertentu dan tidak berdasarkan susunan ayat dalam mushaf). Oleh karena itu, melalui buku ini M. Quraish Shihab berusaha menjadikan al-Quran benar-benar “membumi” di tengah-tengah masyarakat muslim.
Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’I Atas Berbagai Persoalan Umat
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1996 di Bandung. Sampai pada tahun 2007 karyanya ini telah mengalami 18 kali cetak ulang. Ini menjadi isyarat bahwa buku ini sangat diminati oleh pembaca dan menjadi best seller. Pada mulanya buku ini berasal dari makalah-makalah M. Quraish Shihab yang disajikannya untuk “Pengajian Istiqlal untuk Para Eksekutif”.
Secercah Cahaya Illahi Hidup Bersama Al-Quran
Buku ini pertama kali diterbitkan bulan Maret tahun 1996 di Bandung. Dalam pengantarnya M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa buku ini adalah kumpulan dan rangkuman dari sekian uraian pada pengajian yang dilaksanakan oleh Departemen Agama, Masjid Istiqlal, dan Forum Konsultasi dan Komunikasi Badan Pembinaan Rohani Islam (Fokkus Babinrohis) Tingkat Pusat atau yang lebih dikenal dengan Pengajian Eksekutif dan ditambah dengan kumpulan makalah yang ditulis dalam beberapa media massa cetak. M. Quraish Shihab berharap melalui buku secercah cahaya ilahi ini para pembaca dapat meraih cahaya ilahi itu, sehingga akal, pikiran, jiwa, kalbu dan perasaan bahkan seluruh totalitas dapat dibimbing oleh-Nya dengan cahaya-Nya.
Menabur Pesan Illahi: Al-Quran dan Dinamika Kehidupan Masyarakat.
Buku ini merupakan kumpulan karangan M. Quraish Shihab yang pernah disampaikan dalam berbagai forum ilmiah dan diskusi sejak tahun 1975 hingga 1992. Kelanjutan penulisan buku ini terhalang oleh kesibukannya yang luar biasa padatnya. Barulah pada Rabiul Awwal 1427 H/ April 2006, M. Quraish Shihab dapat melanjutkan dan menyelesaikan penulisan buku ini dengan judul “Menabur Pesan Ilahi: al-Qur’an dan Dinamika Kehidupan Masyarakat” yang diterbitkan oleh penerbit Lentera Hati. Buku ini pada hakikatnya adalah saudara kandung dari buku “Membumikan al-Qur’an”.
Mukjizat Al-Quran: Ditinjau Dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah, dan Pemberitaan Ghaib
Menurut pengakuan M. Quraish Shihab, buku ini bermula dari saran sekian banyak kawannya agar dia menulis satu buku tentang mukjizat al-Quran, namun mudah dicerna. Ide ini baru terlaksana ketika M. Quraish Shihab mengikuti pelatihan strategic management selama sepuluh minggu di kota Amhers, Massachussets City, Amerika Serikat pada awal 1995 atau Ramadhan 1415 H. Setelah kembali ke Indonesia, kelanjutan penulisan buku ini terhalang oleh kesibukannya yang luar biasa padatnya. Barulah pada Ramadhan 1417 H/ 1997, M. Quraish Shihab dapat melanjutkan dan menyelesaikan penulisan buku ini.
Menyingkap Tabir Illahi: Asma Al–Husna dalam Perspektif Al-Quran
Buku ini merupakan karangan M. Quraish Shihab yang berisikan tentang makna-makna Asma‟ Allah yang terdiri 99. Awalnya M. Quraish mempunyai keraguan untuk menulis buku ini karena khawatir tidak mampu atau keliru dalam menyampaikan makna Asma‟ Allah, M. Quraish Shihab di minta oleh seorang saudara yang harus dipenuhi permintaan tersebut, sehingga ia mampu menghasilkan buku tersebut.
Tafsir Al-Quran Al-Karim: Tafsir Atas Surat–surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu.
Sesuai judulnya, buku ini membahas tafsir al-Quran atas surat-surat pendek sesuai dengan urutan waktu turunnya surat. Ada 24 surat-surat Makkiyah yang diturunkan pada periode awal kerasulan Muhammad SAW yang ditafsirkan oleh M. Quraish Shihab. Uraian-uraian tafsir dalam buku ini akan banyak merujuk kepada al-Quran dan sunnah, serta akan menggunakan metode tahlili salam penyajian pesan-pesan kitab suci al-Quran.
Baca Juga: Mengenal Prof. M. Quraish Shihab, Pakar Tafsir yang Masyhur dari Indonesia (Bagian 1)
Penulis: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Sutan


















