
Tebuireng.online- Dalam rangka agenda ziarah tahunan, Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah Riau melakukan kunjungan ke Pesantren Tebuireng Pusat, Jombang. Rombongan tiba pada Selasa (23/12/2025) dan mengikuti rangkaian acara penyambutan pada Rabu (24/12/2025) pagi di Aula Lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 135 peserta yang terdiri dari santri kelas 12 dan pembina. Turut hadir dalam rombongan, Pengasuh Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah, Kiai Subhan Kepala Pondok, Muh. Fadjeri Kepala Pondok, serta jajaran dewan asatidz dan asatidzah.
Indri, selaku pendamping kegiatan, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian ziarah Wali Songo. Tebuireng Pusat menjadi tujuan utama untuk silaturrahim.
“Karena biasanya hanya dengar nama, tidak tahu tempatnya, biar sekalian bisa ke maqbaroh (makam),” ungkapnya.
Selain santri aktif, kegiatan yang rutin digelar setiap bulan Desember ini juga melibatkan para alumni Tebuireng 4 yang kini tengah menempuh studi di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy).
Dalam sesi pertemuan, Mudir Bidang Pembinaan Pesantren Tebuireng, KH. Lukman Hakim, memberikan motivasi mengenai cara menjadi orang hebat layaknya Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur.
“Tidak sembarangan orang bisa begitu. Jika masa muda terlena, makan tidur saja, sama dengan seperti kerbau,” tegas KH. Lukman Hakim.
Beliau menekankan bahwa masa muda adalah waktu untuk berjuang, walaupun dengan tangisan. Beliau mengibaratkan proses manusia seperti besi tua, harganya murah, namun jika sudah melalui proses panjang (ditempa) menjadi pisau, nilainya akan menjadi sangat mahal.
“Bagaimana kalau orang ingin jadi orang hebat harus perih dulu, sedih dulu, melarat dulu,” tambahnya.
Selain kerja keras, KH. Lukman Hakim juga mengingatkan pentingnya akhlak dan rasa hormat kepada ahli ilmu. Menurutnya, kepintaran tidak menjamin kesuksesan tanpa adanya adab.
“Pintar tidak menjamin orang sukses jika tidak memiliki akhlak. Hormat tidak cukup hanya pada ilmu, tetapi juga pada ahli ilmu. Jadi semua yang ada di pondok itu ahli ilmu, pengasuh, kiai, pengurus, pembina, itu adalah ahli ilmu,” jelasnya.
Sebelum menutup sambutannya, beliau berpesan agar santri selalu tawadhu’ dan mengamalkan ilmu yang didapat agar memperoleh keberkahan.
“Ingat, datang ke Tebuireng 4 untuk belajar, bukan untuk tidur. Karena untuk memperoleh barokah Hadratusyaikh, insyaallah santri yang patuh, takwa, Ta’dzim, itulah yang dapat,” pungkasnya.
Di sisi lain, Fradelira Anindya Rahmah mengapresiasi kebersihan lingkungan dan kehangatan sambutan dari pihak pusat. “Senang banget karena lingkungannya bersih banget. Penyampaian materi juga enak dan memotivasi, menjadikan saya lebih semangat belajar,” tutupnya
Senada dengan Fradelira, kesan menarik datang dari Zahra Nola Alifiya, salah satu santriwati, mengaku sangat antusias pada kegiatan ini, karena selama ini ia hanya melihat Tebuireng melalui media sosial.
“Kesan pertama senang banget, karena selama ini cuma lihat dari postingan Tebuireng Pusat, Tebuireng Online. Saat ini sudah berhadapan langsung dengan suasana dan tempatnya. Benar-benar excited ,” ungkap Zahra.

Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Sutan


















