
Tebuireng.online– Suasana khidmat menyelimuti Aula H. Bachir Achmad, Lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim, Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Sabtu (20/12/2025). Sebanyak 52 mahasantri secara resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-11 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.
Wisuda kali ini tercatat sebagai momen bersejarah. Pasalnya, para wisudawan merupakan angkatan pertama yang resmi menyandang gelar akademik baru, yaitu Sarjana Hadis wa Ulumuhu (S.H.U.). Tak hanya itu, mereka juga menjadi lulusan perdana sejak Ma’had Aly Hasyim Asy’ari meraih predikat akreditasi Mumtaz (Unggul) dari Majelis Masyayikh.
Dari total 52 wisudawan, sebanyak 7 mahasantri berhasil meraih predikat Mumtaz dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,4. Prestasi para lulusan tidak hanya terbatas pada nilai akademik di ruang kelas.
Panitia juga mengumumkan deretan prestasi belasan wisudawan lainnya, baik di bidang non-akademik maupun literasi. Beberapa di antaranya sukses memublikasikan karya ilmiah mereka dalam jurnal-jurnal bereputasi, mempertegas kualitas intelektual santri Tebuireng di kancah nasional.
Acara sakral ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Majelis Masyayikh, Dr. KH. Abdul Ghoffar Rozin, M.Ed. (Gus Rozin), serta jajaran dzurriyah (keturunan) KH. Hasyim Asy’ari. Tampak hadir pula Gus Variz Muhammad Mirza mewakili Ketua Yayasan Tebuireng, KH. Muthoharun Afif mewakili Dewan Masyayikh, serta Sekda Kabupaten Jombang yang hadir mewakili Bupati Jombang.
Kehadiran para pimpinan pesantren dan akademisi ini memberikan dukungan moral bagi para lulusan yang akan segera terjun ke tengah masyarakat.
Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr. KH. Ahmad Roziqi, dalam sambutannya memberikan pesan mendalam bagi para alumni. Ia menegaskan bahwa gelar dan capaian akademik hanyalah awal dari langkah panjang di masa depan.
Beliau mengingatkan bahwa sejauh apa pun mereka melangkah setelah meninggalkan kampus, identitas santri Tebuireng harus tetap melekat.
“Ingat, Tebuireng sudah membekali kalian semua. ’Ilman, wa amalan, wa adaban (ilmu, amal, dan adab) telah diberikan oleh para masyayikh Tebuireng,” tegas KH. Ahmad Roziqi di hadapan para wisudawan dan wali santri.
Melalui bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadi rujukan masyarakat dalam bidang hadis serta menjaga marwah Pesantren Tebuireng di manapun mereka mengabdi.
Pewarta: Zulfa Nuril
Editor: Muh. Sutan


















