
Tebuireng.online— Menjelang tahun pelajaran 2026/2027, Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) SMA A Wahid Hasyim (AWH) menggelar tes seleksi gelombang pertama, Ahad (21/12/2025). Sebanyak 206 calon santri tercatat mengikuti rangkaian ujian yang dilaksanakan melalui dua jalur, yakni jalur alumni Yayasan Hasyim Asy’ari dan jalur non-alumni.
Pelaksanaan tes jalur alumni dilaksanakan pada 16 Desember 2025, sementara tes bagi calon santri non-alumni digelar pada tahap berikutnya. Kepala SMA AWH, Djoko Suwono, menjelaskan bahwa pihak sekolah menyediakan pilihan tes secara luring (offline) dan daring (online) guna memfasilitasi pendaftar yang berasal dari luar daerah.
“Kami membuka opsi tes online bagi calon santri yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah,” ujar Djoko. Ia menambahkan, pihak sekolah juga berpeluang membuka gelombang kedua sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun, pembukaan gelombang lanjutan tersebut sangat bergantung pada hasil daftar ulang peserta yang dinyatakan lolos pada gelombang pertama.
Baca Juga: Angkat Budaya Global, SMA AWH Tebuireng Gelar Pentas Seni Artemus Meriah
“Jika peserta yang sudah diterima tidak melakukan daftar ulang, maka dianggap mengundurkan diri,” jelasnya. Pengumuman hasil seleksi gelombang pertama dijadwalkan pada 16 Januari 2026. Menariknya, bagi peserta yang belum lolos pada gelombang pertama, sekolah memberikan kebijakan khusus. “Peserta yang tidak lulus di gelombang pertama bisa mendaftar kembali di gelombang kedua tanpa dikenai biaya pendaftaran,” imbuhnya.

Djoko juga mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan tes tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, ia mencatat adanya penurunan jumlah pendaftar dari wilayah Sumatra dan Aceh, yang diduga dipengaruhi oleh kondisi bencana alam di daerah tersebut. Untuk menunjang kenyamanan wali santri selama proses seleksi, panitia turut menambah fasilitas berupa gazebo dan musala.
Salah satu calon santri, Devanda asal Nganjuk, mengaku merasakan pengalaman yang menantang saat mengikuti tes. “Grogi sedikit, tapi seru dan menantang. Ini pengalaman pertama saya. Pilihan sekolah ini juga atas keinginan sendiri, karena banyak teman yang memberi informasi bahwa unit ini bagus. Saya juga ingin mondok di pondok induk untuk ngalap berkah Mbah Hasyim,” tuturnya.
Baca Juga: SMA AWH Tebuireng Gelar Pertemuan dengan Wali Santri Baru
Hal serupa disampaikan Ellena, calon santri asal Surabaya. Ia mengaku lega setelah menyelesaikan ujian dan berharap dapat melanjutkan pendidikan di Tebuireng. “Saya tahu Tebuireng dari Instagram. Meski tidak punya kenalan di sini, saya sudah lama ingin mondok dan sekolah di Tebuireng. Persiapan saya sekitar satu minggu belajar intensif sebelum tes,” ungkapnya.
Sementara itu, harapan besar juga datang dari wali santri, Abdul Said asal Kendal. Sebagai keluarga alumni, ia berharap putranya, M. Fikri, dapat melanjutkan perjuangan para pendiri Tebuireng. “Kami berharap anak kami bisa meneruskan perjuangan Mbah Hasyim, baik di lingkungan NU maupun di masyarakat, sekaligus mendapatkan keberkahan dari Tebuireng,” ucapnya.
Ia menambahkan, harapan utamanya adalah agar sang putra kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, amanah, dan bermanfaat bagi umat.
Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary


















