
Tebuireng.online— Suasana seleksi Penerimaan Santri Baru (PSB) SMA Trensains Tebuireng Jombok tampak ramai sejak Ahad pagi (21/12/2025). Ratusan calon santri dari berbagai daerah mengikuti tahapan tes sebagai bagian dari rangkaian PSB Pesantren Tebuireng di jenjang pendidikan menengah atas.
Kepala SMA Trensains Tebuireng Jombok, Ustadz Umbaran, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar tahun ini mencapai 393 calon santri. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 388 pendaftar.
“Alhamdulillah ada peningkatan. Ini menjadi tanda kepercayaan masyarakat kepada SMA Trensains Tebuireng, terlebih di tengah berbagai gonjang-ganjing tentang pondok pesantren akhir-akhir ini,” ujarnya saat ditemui tim Tebuireng Online di kantor sekolah.
Baca Juga: Siswa SMA Trensains Tebuireng Juara 1 Business Plan Muamalah Festival 2025
Dari total pendaftar, sebanyak 198 calon santri merupakan alumni TBI yang telah mengikuti seleksi lebih awal pada Selasa sebelumnya. Sementara pendaftar lainnya berasal dari berbagai unit pendidikan, yakni 122 dari SMP Sains Tebuireng, 31 dari SMP AWH, 7 dari MTs Salafiyah Syafi’iyah, 35 dari MTs Sains Tebuireng Kesamben, serta belasan pendaftar yang mengikuti seleksi secara daring.
Ustadz Umbaran menjelaskan bahwa soal seleksi disusun oleh tim PSB pusat Pesantren Tebuireng. Namun demikian, SMA Trensains memiliki kekhususan dalam proses seleksi, terutama untuk pemetaan minat dan bakat calon santri.
“Nantinya ada pemetaan khusus. Ada yang diarahkan ke jalur olimpiade untuk OSN dan lomba-lomba tingkat kampus, serta jalur riset untuk penelitian dan karya tulis ilmiah,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa SMA Trensains Tebuireng memiliki karakteristik berbeda dibandingkan SMA pada umumnya. Mengusung moto Excellent in Qur’an and Science, sekolah ini memadukan penguatan Al-Qur’an dan sains secara integratif.
Baca Juga: 10 Siswi SMA Trensains Tebuireng Raih Prestasi IMOYA 2025 di Singapura
“Di sini kami tidak membedakan antara ilmu umum dan Al-Qur’an. Justru sains menguatkan agama, dan agama mendorong manusia untuk membaca fenomena alam sebagai bukti kebesaran Allah,” tegasnya.
Meski berharap seluruh pendaftar dapat diterima, pihak sekolah tetap menyesuaikan dengan kuota yang tersedia, yakni 256 santri. Kuota tersebut akan dibagi ke dalam delapan kelas, terdiri atas empat kelas putra dan empat kelas putri.
“Kami berharap yang diterima adalah yang terbaik dari yang baik, yang imbang antara kemampuan dan minatnya,” imbuhnya.
Untuk mendukung kenyamanan peserta seleksi, SMA Trensains Tebuireng juga menyediakan fasilitas penginapan bagi calon santri dan wali santri dari daerah jauh. Pada hari sebelumnya, tercatat sekitar 30 calon santri beserta wali santri menginap di lingkungan sekolah. Pada pelaksanaan seleksi hari ini, tes diikuti oleh tujuh kelas, terdiri dari empat kelas putra dan tiga kelas putri.
Selama proses seleksi berlangsung, para wali santri tampak menunggu di sekitar gedung sekolah. Sebagian menunggu sambil berbincang, beristirahat, hingga memanfaatkan fasilitas masjid yang telah disediakan.
Salah satu wali santri, Daryanti asal Wonogiri, mengaku kembali mendaftarkan anak ketiganya ke SMA Trensains Tebuireng karena dua anak sebelumnya merupakan alumni sekolah tersebut.
Baca Juga: Siswa SMA Trensains Tembus Lima Besar Nasional Biologi UNESA
“Anak pertama lulusan angkatan ke-3, anak kedua angkatan ke-5, dan insyaallah anak terakhir ini menjadi angkatan ke-11,” tuturnya. Ia menilai lulusan SMA Trensains memiliki bekal keilmuan dan karakter yang baik.
“Alhamdulillah anak-anak saya mapan. Yang perempuan hafalannya sudah bagus, sementara yang lain sudah bekerja dan ada yang masih kuliah,” jelasnya. Ia berharap putrinya kelak menjadi pribadi yang bermanfaat dan berbakti kepada orang tua.
Hal serupa disampaikan Yayuk Andriana asal Nganjuk, wali dari Queensa Olifia. Menurutnya, pilihan melanjutkan pendidikan di SMA Trensains merupakan keinginan anaknya sendiri.
“Anaknya yang memilih, kami sebagai orang tua mendukung,” ujarnya. Ia juga mengaku terkesan dengan lingkungan sekolah yang asri dan aman.
“Semoga anak saya bisa menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu umum,” harapnya.
Sementara itu, Muhammad Andik asal Tuban, wali dari Bilqis Dayana Batrisya, menyebut ada tiga alasan utama memilih SMA Trensains Tebuireng.
Baca Juga: Siswi SMA Trensains Raih Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris
“Pertama mengambil sanad, kedua lingkungannya nyaman dan aman, dan ketiga memang keinginan anak,” ungkapnya. Menurutnya, bekal ilmu agama menjadi fondasi penting bagi masa depan anak.
“Anak-anak harus ngaji dulu. Kalau tidak dibekali ilmu agama, mau jadi apa nanti,” tegasnya. Ia berharap putrinya dapat diterima dan kelak mewujudkan cita-cita menjadi dokter.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















