Momen Haul ke-16 Gus Dur, IKAPETE Luncurkan Kitab Qanun Asasi Karya Hadratussyaikh

112
Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz saat melanching kitab al-Qanun al-Asasi di Masjid Tebuireng (foto: alfa)

Tebuireng.online— Peringatan Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun ini menghadirkan nuansa berbeda. Selain pengajian bersama alumni Tebuireng, Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) turut menggelar peluncuran kitab Qanun Asasi, salah satu karya monumental Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan menjadi bagian dari rangkaian acara haul Gus Dur. Hadir dalam kesempatan tersebut Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz, Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng KH. Fahmi Amrullah, Ketua IKAPETE Prof. Dr. Masykuri Bakri, Mudir Ma’had Aly Tebuireng KH. Ahmad Roziqi, KH. Musta’in Syafi’i, KH. Afifuddin Dimyathi, serta para alumni Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: ISHARI se-Jawa Timur Ramaikan Haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng

Kitab Qanun Asasi merupakan salah satu kitab induk karya KH. Hasyim Asy’ari yang memiliki posisi penting dalam khazanah keilmuan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Kitab ini kembali dihadirkan melalui kerja Tebuireng Institute, lembaga yang didirikan oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz pada tahun 2020 dengan mandat khusus untuk menelusuri, mengkaji, menulis ulang, serta mencetak karya-karya Hadratussyaikh.

Peserta dan alumni Tebuireng yang mengikuti launching kitab qanun asasi di masjid Tebuireng

Upaya yang telah berjalan selama lima tahun tersebut merupakan kelanjutan dari ikhtiar almarhum Gus Ishom yang sebelumnya memelopori penelusuran karya-karya KH. Hasyim Asy’ari yang dihimpun dalam kitab Irsyadus Sari.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Aly Tebuireng, KH. Ahmad Roziqi, menegaskan bahwa peluncuran kitab Qanun Asasi tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diikuti dengan proses diseminasi dan pengkajian secara luas.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Padati Haul ke-16 Gus Dur di Tebuireng

“Setelah launching ini, harus ada diseminasi atau penyebarluasan. Santri memiliki peran penting karena merekalah yang memiliki sanad keilmuan kitab ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan PCNU Jombang untuk berperan aktif sebagai diseminator dalam menggerakkan kajian kitab Qanun Asasi di berbagai forum keilmuan pasca peluncuran.

Menurutnya, peringatan haul Gus Dur tidak hanya dimaknai sebagai agenda spiritual dan kultural, tetapi juga sebagai momentum penguatan tradisi intelektual pesantren serta pelestarian warisan keilmuan para pendiri Tebuireng.



Pewarta: Nurdiansyah Fikri Al-Fani
Editor: Rara Zarary