
Tebuireng.online— Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Romo KH. R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., turut menghadiri acara Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan para Masyayikh Pesantren Tebuireng yang digelar pada Rabu malam (17/12/2025). Mewakili Menteri Agama RI yang berhalangan hadir, Romo Syafi’i menyampaikan sambutan di hadapan ribuan jamaah di lingkungan Pesantren Tebuireng.
Dalam sambutannya, Romo Syafi’i mengisahkan kesan pertamanya saat mengenal Gus Dur secara lebih dekat. Menurutnya, Gus Dur dikenal luas karena ketokohan dan kebijaksanaannya di tengah masyarakat. Setiap persoalan yang dihadapkan kepada Gus Dur, kata dia, hampir selalu menemukan jalan keluar.
Baca Juga: Gus Kikin Kenang Humor dan Keteladanan Sang Pahlawan Nasional
“Gus Dur adalah sosok yang masyhur karena ketokohannya. Setiap kali ada persoalan, ketika disampaikan kepada beliau, selalu ada solusi,” ujar Romo Syafi’i.
Ia menambahkan, karakter tersebut membuat Gus Dur tidak pernah sepi dari ingatan, doa, dan harapan masyarakat, bahkan bertahun-tahun setelah wafat. Menurutnya, Gus Dur memang hanyalah seorang hamba Allah, namun memiliki kualitas kemanusiaan yang membedakannya dari kebanyakan manusia lainnya.
“Beliau benar-benar mengamalkan ajaran Al-Qur’an yang menghargai manusia sebagai sesama hamba Allah tanpa membeda-bedakan. Saya Islam, kamu Kristen, Buddha, Hindu, Konghucu, Katolik, semuanya sama-sama hamba Allah,” ungkap Wamenag.
Romo Syafi’i menilai, sikap tersebut secara utuh melahirkan nilai-nilai pluralisme yang dampak positifnya masih dapat dirasakan hingga hari ini. Dalam konteks kebangsaan, Gus Dur disebutnya sebagai inspirasi dan ruh kemanusiaan yang mampu mempersatukan perbedaan.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Teladani Jejak Kemanusiaan Gus Dur
“Jika ada suatu perkumpulan yang ingin membangun persatuan, maka Gus Dur adalah inspirasi spirit kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung berbagai kisah tentang hubungan personal Gus Dur dengan banyak orang. Dari cerita-cerita tersebut, Romo Syafi’i melihat sosok Gus Dur sebagai pribadi yang sederhana dan lapang dada.
“Saya sering mendengar kisah-kisah hubungan personal Gus Dur dengan banyak orang. Di situ terlihat kesederhanaan beliau, termasuk sikap memaafkan kesalahan masa lalu agar tidak menjadi beban dan masalah di kemudian hari,” terangnya.
Lebih lanjut, Romo Syafi’i menilai Gus Dur sebagai sosok yang lurus dalam ucapan dan tutur kata. Meski mengaku belum pernah berjabat tangan secara langsung dengan Gus Dur, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menghidupkan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan Gus Dur.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Padati Haul ke-16 Gus Dur di Tebuireng
Menutup sambutannya, Romo Syafi’i mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama bersyukur kepada Allah atas penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional.
“Dengan ditetapkannya Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional, semoga keteladanan beliau terus menginspirasi kita semua dalam membangun Indonesia yang lebih pluralis, maju, dan bermartabat di masa depan,” pungkasnya.
Editor: Rara Zarary
Pewarta: Helfi Livia Putri


















