Harapan Mudir Ma’had Aly: MUTUN Jadi Gerbang Tebuireng sebagai Pusat Khazanah Keilmuan Islam Global

66
Dr. KH. A. Roziqi, Lc., M.H.I., Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari saat memberikan sambutan di acara puncak MUTUN (Muktamar Turats An-Nabawi ) pada Sabtu (13/12/2025). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Muktamar Turats An-Nabawi (MUTUN) mencapai puncak acaranya dengan pelaksanaan Seminar Jurnal Pembukaan pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di lantai 3 Gedung KH. Yusuf Hasyim, Pesantren Tebuireng. Dalam kegiatan tersebut, Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari menyampaikan sambutan resmi, menegaskan ambisi Tebuireng di kancah keilmuan internasional.

Mudir Ma’had Aly mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya muhadharah ilmiah (diskusi akademik) tersebut. Beliau menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta seminar, seraya menegaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan ulama dari Mesir dan Maroko sebagai bagian dari ikhtiar memperkaya khazanah keilmuan Islam di Ma’had Aly Tebuireng.

Mudir Ma’had Aly menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pengasuh Pesantren Tebuireng atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa Pesantren Tebuireng merupakan sumber keilmuan yang telah melahirkan banyak ulama, sehingga pada kesempatan ini Tebuireng kembali menjadi titik temu keilmuan dengan menghadirkan para ulama dari luar negeri untuk berdialog ilmiah.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa MUTUN ini merupakan muktamar internasional pertama yang diselenggarakan Ma’had Aly, dan hal ini tidak lepas dari keberkahan perjuangan dan warisan keilmuan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai bentuk “tes ombak” untuk melihat antusiasme dan minat para akademisi terhadap muktamar ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mudir Ma’had Aly mengungkapkan, muktamar ini diikuti oleh 197 penulis yang berasal dari 6 negara, menunjukkan kuatnya magnet keilmuan Tebuireng. Oleh karena itu, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari berkomitmen untuk terus menghadirkan ulama dan penulis internasional dalam rangka memperluas jejaring keilmuan dan dakwah Sunnah Nabawiyah.

Di akhir sambutannya, beliau menegaskan bahwa Sunnah Nabi mampu menjawab berbagai permasalahan umat, bahkan mampu memberikan solusi terhadap persoalan ekosistem dan lingkungan yang hampir punah. Beliau kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen pendukung, mulai dari Pengasuh, Dzurriyah, Kementerian Agama, hingga para penulis dan peserta, demi tegaknya Sunnah An-Nabawiyah.

Baca Juga: Khataman Hadis Ekologi, Pesan Mudir: Ilmu Harus Berbuah Aksi Nyata Jaga Lingkungan


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Muh. Sutan