PWNU Jatim Gelar Istighosah dan Doa Bersama, Ikhtiar Memohon Keselamatan di Tengah Bencana

101
Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Machfudz saat memberikan sambutan (doc: istimewa)

Tebuireng.online— PWNU Jawa Timur menggelar Istighosah dan doa bersama secara daring melalui Zoom sebagai bentuk ikhtiar memohon keteduhan, perlindungan, dan keselamatan kepada Allah di tengah berbagai bencana dan musibah yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Kegiatan dipusatkan di gedung KH. Hasyim Asy’ari lantai 3 PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen NU, baik Banom maupun lembaga, dari berbagai tingkatan mulai PRNU, MWCNU, PCNU, hingga PWNU se-Jawa Timur. Melalui forum ini, PWNU Jatim mengajak seluruh warga NU untuk bermunajat bersama demi keselamatan bangsa.

Baca Juga: Harlah ke-100 NU Tahun 2026, Dzurriyah Muassis NU Gelar Kirab Napak Tilas Tongkat Syaikhona Kholil Bangkalan

Di Kabupaten Gresik, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun turut serta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berkumpul di Musholla Annahdlah MWCNU Dukun, Jalan Raya Mojopetung No. 9, bersama jajaran pengurus PH, Banom, dan lembaga terkait.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC H. Taufiq Mukti, alumni SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng angkatan 1992, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan oleh Idam dan Fiqur. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta shalawat dibawakan Ahmad Ainur Rozikin, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Istighosah oleh KH. Dr. Ahsanul Haq.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketua MWCNU Dukun Gresik, KH. Moh. Sholeh, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut.

Salah satu suasana Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) saat menyaksikan melalui zoom (doc. syafik)

“Alhamdulillah hari ini kita bisa mengikuti Zoom Istighosah dan doa bersama dalam rangka bermunajat kepada Allah untuk keteduhan dan keselamatan bangsa. Semoga kegiatan ini menjadi muhasabah untuk perbaikan diri serta membawa banyak manfaat,” ujarnya.

Baca Juga: Perjuangan Nahdlatul Ulama Masa Revolusi

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Kikin A. Hakim Mahfudz, dalam sambutannya menekankan pentingnya doa bersama dalam menghadapi banyaknya musibah di berbagai daerah.

“Dalam menyikapi kondisi terkini dengan banyaknya bencana, kita memohon kepada Allah agar dikaruniai keteduhan dan keselamatan bagi warga NU Jawa Timur dan seluruh Nusantara. Mari kita berdoa melalui Istighosah ini, semoga apa yang menjadi tujuan dan niat kita dikabulkan oleh Allah,” ujarnya.

Menjelang akhir acara, doa keselamatan dipimpin oleh para ulama dan dzurriyyah muassis NU, di antaranya:

  1. KH. Abdul Matin Djawahir
  2. KH. Jazuli Nur, Lc. (Madura)
  3. Dr. KH. Romadhon Khotib (Malang)
  4. KH. Mustaqim Basyari (Madiun)
  5. KH. Adlim Kholili (Bangkalan)
  6. KH. Khusnan Dimyati (Tuban)
  7. KH. Yahya Badrus Sholeh, SH (Purwosari)
  8. KH. Abdul Hakim Mahfudz (Tebuireng)
  9. Romo KH. Anwar Manshur (Lirboyo Kediri)

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemudahan menghadapi bencana, serta keberkahan bagi seluruh umat.



Pewarta: Syafik Hoo
Editor: Rara Zarary