Mahasantri Tebuireng Raih Juara Musabaqoh Hifdzil Hadis di UIN Syekh Wasil Kediri

49

Tebuireng.online— M. Ali Alamsyah, mahasiswa Semester 1 asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil mengharumkan nama Ma’had Aly Tebuireng setelah meraih Juara 2 dalam ajang Musabaqoh Hifdzil Hadis yang digelar di UIN Syekh Wasil Kediri pada Ahad (15/11/2025). Perlombaan tingkat regional yang diselenggarakan oleh Pusat Ma’had Al-Jami Darul Hikmah itu diikuti para peserta dari berbagai daerah, termasuk UINSA Surabaya, Madura, Malang, Solo, dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya.

Dalam musabaqoh yang menilai ketepatan hafalan, kefasihan bacaan, serta pemahaman terhadap hadis tersebut, Ali tampil gemilang. Ia berhasil menjawab seluruh lima hadis yang diujikan, di antaranya hadis tentang sedekah dan menahan amarah.

Ali mengungkapkan bahwa perjalanannya menekuni Hifdzil Hadis bermula sejak mengikuti Musabaqoh Hafalan 100 Hadis bersanad pada STQH Kabupaten tahun 2023. Meski awalnya terjun ke dunia hafalan hadis karena “terpaksa”, justru dari sanalah tumbuh kecintaan yang membawanya hingga ke berbagai prestasi.

Baca Juga: Mudir Ma’had Aly Tekankan Mahasantri Menjadi Generasi Qur’ani dan Pengkaji Turats

“Awalnya saya terjun di hafalan hadis itu karena terpaksa,” ujarnya sambil tersenyum. “Tapi dari keterpaksaan itu muncul rasa cinta, dan Alhamdulillah sampai sekarang saya bisa terus menorehkan prestasi.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Meski demikian, Ali mengakui tantangan terbesar yang ia hadapi adalah pembagian waktu antara kuliah dan persiapan lomba. “Kesulitannya di manajemen waktu. Karena sudah kuliah, jadi harus benar-benar mengatur jadwal,” ungkapnya. Untuk perlombaan kali ini, ia mempersiapkan diri selama dua pekan intensif dengan dukungan teman-teman serta bimbingan para guru.

Selain membawa pulang trofi, sertifikat, dan uang pembinaan, Ali menyebut pengalaman bertemu peserta dari berbagai daerah menjadi hal paling berkesan. “Saya dari Sulawesi, tapi ketika bertemu banyak orang dari tempat lain, rasanya setiap tempat bisa menjadi rumah dan setiap orang bisa jadi keluarga,” tuturnya.

Ia menilai bahwa ajang ini relevan dengan pendidikannya di Takhassus Hadis, karena tidak hanya menguatkan kecintaan terhadap hadis, tetapi juga memotivasinya untuk mengamalkan nilai-nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Mahasantri Tebuireng Raih Juara Pidato 3 Bahasa se-Jawa Timur

Ke depan, Ali bercita-cita menjadi Insan Tafaqquh Fi Ad-Din, khususnya dalam bidang hadis. Ia berharap dapat terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai perlombaan keagamaan lainnya. Di akhir ceritanya, ia memberikan pesan inspiratif bagi para pelajar dan mahasiswa.

“Jangan menunggu peluang datang. Ciptakan sendiri kemungkinan itu. Tidak ada mimpi yang gagal. Kalau satu mimpi belum tercapai, masih ada mimpi-mimpi lain yang bisa kita ciptakan,” pungkasnya.



Pewarta: Albii

Editor: Rara Zarary