
Tebuireng.online— Tim Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) “Amatsil Tebuireng” yang beranggotakan tiga mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara III di dua kompetisi berbeda dalam waktu hanya dua hari.
Pada 14 November 2025, mereka meraih Juara III dalam Lomba MSQ tingkat mahasiswa se-Jawa Timur pada acara Dies Natalis Fakultas Adab dan Humaniora 2025 di UIN Sunan Ampel Surabaya. Sehari setelahnya, 15 November 2025, mereka kembali meraih Juara III dalam Lomba MSQ tingkat nasional pada gelaran Olimpiade Al-Qur’an dan Hadis oleh Pusat Ma’had Al-Jami’ah Darul Hikmah UIN Syekh Wasil Kediri.
Tim “Amatsil Tebuireng” terdiri dari Muhammad Khaidar Ali (Semester 3, asal Dusun Songgat, Gampingrowo, Tarik, Sidoarjo), Fadlilah Sya’ban Nugraha (Semester 3, asal Kampung Ciputat, Cikangkung, Ciracap, Sukabumi), dan Ilham Arifin (Semester 3, asal Dusun Sumbermanik, Jatiganggong, Perak, Jombang). Ketiganya memiliki latar belakang berbeda namun satu tujuan dalam seni syarhil Qur’an.
Baca Juga: Dua Prestasi Sekaligus, Mahasantri Unggul di Panggung Sastra dan Kitab Kuning
Khaidar menceritakan awal mula terbentuknya tim ini. “Awal mulanya saya iseng pingin ikut lomba MSQ ketika baru masuk Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Pas waktu itu nggak sengaja sharing pengalaman Kang Ilham Arifin. Ternyata Kang Ilham pernah tampil Syarhil Qur’an, jadi tinggal cari qori’-nya lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertemuannya dengan suara merdu Fadlilah saat ditunjuk sebagai qori’ dalam sebuah acara menjadi titik awal tim terbentuk. “Alhasil saya coba ajak untuk bentuk tim dan alhamdulillahnya dia mau. Dari situ kita bentuk TIM MSQ dengan nama ‘Amatsil Tebuireng’.”
Dalam penyusunan narasi, prosesnya kerap dinamis. Khaidar menjelaskan, “Dari segi pemikiran kami bertiga kadang kala sering berbeda. Biasanya salah satu dari kita buat teks terlebih dahulu, nanti kita bahas bareng. Sebelum buat narasi, kami sudah menyiapkan bahan literasi untuk diskusi menentukan isi yang akan disampaikan.”

Persiapan mereka untuk dua event besar ini terbilang sangat singkat. “Kita persiapannya kurang lebih satu minggu. Mulai dari bikin teks, hafalan, terus membentuk chemistry. Setiap pagi kita selalu kumpul walaupun punya kesibukan masing-masing,” jelas Khaidar.
Baca Juga: Mahasantri Tebuireng Ungkap Kunci Sukses Raih 5 Kejuaraan dalam Sebulan
Hal ini diperkuat Fadlilah yang mengatakan, “Kita persiapan belum pernah lama seperti orang lain. Selalu mepet karena kita punya kesibukan masing-masing, dan justru dengan waktu yang singkat itu menuntut kita fokus.”
Tantangan lain muncul saat mereka menyesuaikan tema dan materi. Fadlilah menuturkan, “Ketika menyesuaikan materi, tafsiran, bagaimana caranya supaya serasi dan nyambung dengan tema.” Ia juga mengaku bangga atas hasil yang diraih. “Tentunya kita bahagia bisa bawa harum nama kampus dan pesantren.”
Ilham menambahkan bahwa tema yang mereka angkat pada lomba kali ini berkaitan dengan isu yang sedang hangat. “Tentunya tema yang masih hangat diperbincangkan publik, salah satunya terkait sensitivitas publik dengan Pesantren NU dan cara dakwah hingga huru-hara yang terjadi akhir-akhir ini,” ujarnya.
Meski meraih dua juara dalam dua hari berturut-turut, Ilham mengakui prosesnya tidak mudah. “Jujur, sangat melelahkan tapi seru. Tantangannya ada di solidaritas kekompakan. Kalau itu nggak ada pasti sangat sulit.” Ia menjelaskan bahwa kedua lomba memiliki ketentuan yang berbeda sehingga mereka harus bekerja ekstra.
“Di event pertama harus beda tema antara babak penyisihan dan final. Di event kedua durasi diperpanjang dari 15 menit jadi 20 menit. Akhirnya kita remake teks lama dan tetap membuat teks baru. Waktunya mepet, sampai ada salah satu dari kami yang merasa keberatan dan terjadi pergantian peran.”
Baca Juga: Mahasantri Tebuireng Raih Juara Pidato 3 Bahasa se-Jawa Timur
Menutup pernyataannya, Ilham menyampaikan harapan tim ke depan. “Pastinya ini pijakan awal kami untuk terus meningkatkan potensi. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan lebih solid.”
Prestasi sekaligus dalam waktu singkat, tim “Amatsil Tebuireng” membuktikan bahwa komitmen, kekompakan, dan tekad kuat dapat mengantarkan mereka pada pencapaian yang membanggakan, sekaligus mengharumkan nama Ma’had Aly Tebuireng dan kampus di kancah regional maupun nasional.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















