
Tebuireng.online– Momen penjengukan santri di Pondok Pesantren Tebuireng 3 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara wali santri dan anaknya, tetapi juga dimanfaatkan oleh para siswa SMK Tebuireng 3 untuk menampilkan hasil karya dan kreativitas mereka melalui kegiatan Teaching Factory (TEFA), pada Kamis (30/10).
Dengan mengusung semangat “SMK Bisa, SMK Hebat” para siswa menunjukkan berbagai produk hasil pembelajaran dan keterampilan yang telah mereka kembangkan di sekolah. Suasana halaman pondok tampak semarak dengan hadirnya beragam stand karya siswa, mulai dari produk makanan olahan, kerajinan tangan, desain kreatif, hingga layanan jasa seperti servis alat elektronik dan pembuatan suvenir.
Semua produk tersebut merupakan hasil nyata dari penerapan sistem Teaching Factory (TEFA), metode pembelajaran berbasis produksi dan jasa yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis sesuai jurusannya, tetapi juga belajar berwirausaha, melayani pelanggan, dan berkomunikasi dengan masyarakat.
Baca Juga: Pesantren Tebuireng 3 Semarakkan Shalawat Malam Jumat Legi
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka secara langsung. Selain mengasah kemampuan, mereka juga belajar tanggung jawab dan kemandirian,” ujar salah satu guru pendamping SMK Tebuireng 3.

Kegiatan TEFA di momen penjengukan santri ini juga menjadi wujud kolaborasi antara pendidikan kejuruan dan nilai-nilai pesantren. Para siswa belajar bahwa bekerja dan berkarya merupakan bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat baik dan memberi manfaat bagi orang lain.
Interaksi antara siswa dan wali santri turut menciptakan suasana hangat dan penuh apresiasi. Banyak wali santri yang antusias membeli hasil karya siswa sebagai bentuk dukungan terhadap semangat berkarya anak-anak mereka.
“Melihat anak-anak bisa menghasilkan karya sendiri membuat kami bangga. Ini bukti bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya fokus pada ilmu agama, tapi juga membekali keterampilan hidup,” ungkap salah satu wali santri.
Melalui kegiatan ini, SMK Tebuireng 3 menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Teaching Factory sebagai model pembelajaran unggulan. Pihak sekolah bersama guru produktif terus mendorong siswa menciptakan inovasi baru dan meningkatkan kualitas produk agar memiliki daya saing di pasar.
TEFA bukan sekadar ajang unjuk hasil karya, melainkan proses membangun karakter, kemandirian, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Dengan dukungan lingkungan pesantren yang religius dan disiplin, siswa SMK Tebuireng 3 diharapkan tumbuh menjadi generasi terampil sekaligus berakhlak mulia.
Baca Juga: Perkuat Silaturahmi, Siswa Tebuireng 3 Inhil Kunjungi Polres dan Kwarcab
Momen penjengukan santri yang diwarnai kreativitas siswa SMK ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Tebuireng 3 tidak berhenti di ruang kelas. Melalui Teaching Factory, para santri dan siswa dilatih untuk berpikir produktif, berkarya dengan hati, dan berkontribusi bagi masyarakat.
“SMK berkarya dan kreatif, membangun TEFA, menumbuhkan generasi mandiri dan berakhlak mulia,” pungkas salah satu santri Tebuireng 3.
Penulis: Ika Safitri, santriwati Pesantren Tebuireng 3 Riau
Editor: Rara Zarary


















