Legent Vaganza, Unjuk Kreativitas Santri Tebuireng Angkat Budaya dan Bahasa Dunia

56
Salah satu penampilan santri putri di atas panggung budaya (foto: ifa)

Tebuireng.online– Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Kamis malam (30/10) para santri di Pondok Putri Tebuireng. Melalui program Language Generation, para santri menggelar acara puncak bertajuk “Legent Vaganza” dengan tema Preserving Culture and Heritage. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Makan Pondok Putri dan dihadiri langsung oleh Kepala Pondok Putri KH. Fahmi Amrullah Hadziq, para asatidzah, pengurus, serta seluruh santri putri.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Ayla Sabrina Niswara, Ketua Language Generation, Zamira Qatrunnada, Koordinator Program Bahasa, Devi Yuliana, dan Kepala Pondok Putri, KH. Fahmi Amrullah Hadziq.

Baca Juga: Santri Tsanawiyah Tebuireng Tunjukkan Kreativitas dalam OWAFEST 2025

Dalam sambutannya, Ayla menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan berbahasa, tetapi juga bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Legent Vaganza ini adalah wadah bagi santri untuk mengenal dan melestarikan budaya Indonesia sekaligus mengasah kemampuan bahasa asing mereka,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Suasana pertunjukan kreativitas budaya dan bahasa santri dalam Legent Vaganza (foto: ifa)

Sementara itu, KH. Fahmi Amrullah Hadziq dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan bahasa sebagai bekal santri di era global.

Baca Juga: Muhadhoroh sebagai Media Persuasif Dakwah Para Santri

“Saya berharap program bahasa di Tebuireng tidak berhenti pada bahasa Arab dan Inggris saja, tetapi juga merambah bahasa lain seperti Korea, Jepang, dan Mandarin. Dengan begitu, santri bisa lebih mudah menimba ilmu ke luar negeri,” harapnya.

Malam Legent Vaganza semakin meriah saat pengumuman pemenang berbagai lomba dan penampilan spektakuler dari para santri. Penampilan pidato tiga bahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris) serta drama musikal tiga bahasa berjudul “Lutung Kasarung” sukses memukau penonton dengan kombinasi seni, bahasa, dan nilai budaya yang kuat.

Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Language Generation yang sebelumnya diisi dengan muhadhoroh sugra mingguan dan beragam kompetisi seperti musical poem, pidato tiga bahasa, sing a song, imla, spelling bee, qiroatul khobar, news anchor, english broadcast, hingga drama.

Seluruh perlombaan diikuti oleh perwakilan terbaik dari setiap Angkatan, baik tingkat SMP/MTs maupun SMA/MA, kecuali lomba drama yang diikuti oleh setiap kamar.



Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Rara Zarary