Ipang Wahid Stratejik Dorong Santri Jadi Enterpreneur

38
Pelaksanaan Program Bisantren (Bismillah Bisa Bisnis Pesantren) dari IPWS di Unhasy (foto: bakhit)

Tebuireng.online— IPWS (Ipang Wahid Stratejik) Perception Engineering bersama Ardaya Foundation menggandeng Universitas Hasyim Asy’ari dalam program Bisantren (Bismillah Bisa Bisnis Pesantren). Bisantren merupakan bagian dari kampanye Gema Merah Putih. Salah satu kegiatan dari Bisantren ini adalah Business Plan Competition untuk kalangan santri, mahasiswa, dan pengelola Pondok Pesantren di luar Jawa Timur yang hari ini (26/10) sedang dilaksanakan tahap final di Gedung A lantai 3 Universitas Hasyim Asy’ari.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Unhasy, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M.Pd.I., Wakil Rektor III Unhasy Chamdan Mashuri, S.Kom.,M.Kom., Project Manager Ipang Wahid Strategik, Ikrimah Fajrul Haq, Perwakilan Yayasan Ardaya Satabrasyahdin P, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang Gatut Wijaya S.H., M.Hum. beserta jajaran, segenap Dosen Unhasy, dan 25 Finalis Business Plan Competition.

Baca Juga: Gus Ipang Ajak Mahasiswa Unhasy Siap Hadapi Perubahan

Ikrimah menyampaikan bahwa tujuan Bisantren ini adalah untuk membekali para santri dengan jiwa wirausaha dan inovasi kreatif, tidak hanya fokus pada akhlak. “Tujuan utama Bisantren adalah menciptakan bisnis yang berkelanjutan (sustainable) bagi para santri, yang juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar dan pesantren dalam jangka panjang,” ucapnya ketika diwawancarai.

Rektor II Unhasy menambahkan dalam sambutannya bahwa santri itu harus mandiri ketika sudah bermasyarakat, “Kegiatan ini adalah sebuah peluang dan modal untuk santri di masa yang akan datang,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Begitupun dengan sambutan dari Gatut Wijaya, dia berharap agar kegiatan ini berkelanjutan khususnya bagi kalangan santri atau mahasiswa terkhusus di Jombang.

Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Makro juga menegaskan bahwa, “angka pengangguran di Jombang sudah menurun yang awalnya berada di angka 4,66% pada 2023 dan 5,7% pada 2022 kini menjadi 3,75%. Angka ini mengartikan sudah banyaknya umkm yang membantu masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Bicara Masa Depan Unhasy, Ipang Wahid Ingatkan Soal Ini

Awalnya, jumlah pendaftar ada 80 grup atau 240 orang. Setelah adanya tahap penyisihan, kini ada 25 grup yang menjadi finalis business plan competition, “6 kelompok pemenang akan mendapatkan total hadiah uang tunai sebesar 75 juta rupiah yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis mereka,” ucap Satabrasyahdin saat memberikan sambutan.

Kedepannya akan ada pembinaan berkelanjutan, evaluasi, dan pemantauan perkembangan bisnis santri dari pihak IPWS, Ardaya Foundation dan Gema Merah Putih.



Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Rara Zarary