RRI Kediri dan KPI Unhasy Jalin Sinergi Membangun Narasi Positif di Era Digital

78
Pihak RRI Kediri, Dosen dan mahasiswa KPI foto bersama usai kegiatan (foto: albi)

Tebuireng.online– Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Kediri bekerja sama dengan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) sukses menggelar kegiatan RRI Goes to Campus di Aula Ruang Dosen Unhasy, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa KPI dari semester 1, 3, dan 7, serta sejumlah tamu undangan dari luar kampus. Program ini merupakan agenda tahunan RRI yang digelar di berbagai sekolah dan perguruan tinggi sebagai upaya memperkenalkan dunia penyiaran sekaligus menyosialisasikan program RRI kepada generasi muda.

Baca Juga: Mahasiswa KPI Berlatih Jadi Penyiar Digital yang Kreatif

Acara dibuka oleh Dr. Jasminto, Dekan Fakultas Agama Islam UNHASY. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim RRI yang telah menjalin kerja sama dengan Prodi KPI. Ia menilai kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi media.

“Ketika kalian lulus nanti, jangan hanya berharap pada pekerjaan, tapi ciptakanlah lapangan kerja sendiri. Kita adalah satu-satunya yang memotret sarjana dari perspektif filsafat di UNHASY. Maka, manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya,” pesan Dr. Jasminto.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Koordinator RRI Kediri saat memberikan materi kepenyiaran di hadapan mahasiswa KPI Unhasy (foto: albi)

Materi pertama dibawakan oleh Willy Anugrah Gumilang, penyiar senior RRI Kediri, dengan topik “Menjadi Penyiar di Era Digital.” Dalam paparannya, Willy menjelaskan bahwa RRI terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui berbagai platform digital agar tetap relevan di tengah perubahan media.

Baca Juga: Mahasiswa KPI Belajar Konvergensi Media ke RRI, JTV, dan Jawa Pos

“Kalau penyiar hanya terpaku pada radio konvensional, pasti akan tertinggal. Penyiar masa kini harus multitasking, cakap menggali informasi, dan mampu menulis artikel jurnalistik yang bisa dipublikasikan di platform digital RRI. Dunia penyiaran bukan untuk orang yang bermalas-malasan,” tegas Willy.

Ia juga menyebutkan bahwa UNHASY menjadi mitra yang tepat karena memiliki keterkaitan kuat dengan dunia penyiaran dan jurnalistik.

“Sinergi dengan UNHASY ini penting untuk terus dilanjutkan karena bidang penyiaran dan jurnalistik merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia broadcasting,” tambahnya.

Materi kedua disampaikan oleh Kusuma, jurnalis RRI, dengan tema “Jurnalis Humanis di Era Disrupsi Informasi.” Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses teknologi membuat siapa pun kini bisa menjadi “jurnalis”, namun tanpa etika jurnalistik, informasi yang disebarkan bisa menyesatkan.

Baca Juga: Kerja Sama KPI Unhasy dan RRI Kediri Berlanjut, Kegiatan Magang Dimulai Hari Ini

“Ketika jurnalisme humanis diterapkan, maka informasi yang disampaikan tidak hanya cepat, tapi juga benar dan berlandaskan nilai kemanusiaan,” ujar Kusuma.

Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata kepada para narasumber serta sesi foto bersama antara pihak RRI, dosen, dan mahasiswa KPI UNHASY.

Dengan mengusung tema “Suara Muda untuk Indonesia: Membangun Narasi Positif di Era Digital,” kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat mahasiswa KPI untuk terus mengembangkan keterampilan di bidang penyiaran dan jurnalistik yang kreatif, etis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary