Tradisi Nusantara di Ujung Senja, Puisi Mahasantri Berhasil Raih Juara 2 Nasional

58
Mahasantri Ma’had Aly, Muhamad Damar Prayogi peraih lomba baca dan cipta puisi (foto: istimewa)

Tebuireng.online— Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Muhamad Damar Prayogi, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Mahasiswa asal Pemalang, Jawa Tengah, itu berhasil meraih Juara 2 lomba Cipta Baca Puisi yang diselenggarakan oleh Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang diselenggarakan pada 6–21 Oktober 2025.

Lomba ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur hingga Bali. Dari puluhan peserta yang mengikuti tahap penyisihan secara daring, hanya lima finalis terbaik yang berhasil melaju ke babak akhir dan tampil langsung di Kampus 3 UIN Malang. Mereka adalah Ibnus Shabil (Universitas Brawijaya), Risal Jailani (Universitas Negeri Malang), Ahmad Aswiansyah (UIN Malang), Nuril Widad (Ma’had Aly Tebuireng), dan Muhamad Damar Prayogi (Ma’had Aly Tebuireng).

Baca Juga: Mahasantri Tebuireng Torehkan Prestasi di Panggung Dakwah Jawa Timur

Damar mengaku tidak menyangka bisa mencapai posisi kedua. “Awalnya saya berpikir akan berada di posisi terakhir, tetapi Allah memberi hasil yang lebih indah dari perkiraan saya,” ujarnya dengan rasa syukur.

Sebelumnya, pada tahap penyisihan, Damar menempati peringkat keempat. Namun hal itu justru menjadi pemicu semangatnya untuk berlatih lebih keras menjelang final. Ia banyak berlatih bersama sekaligus dibimbing oleh sahabatnya, Ibnus Shabil dari Universitas Brawijaya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam babak final yang menilai aspek penghayatan, vokal, dan penampilan, Damar menampilkan puisi ciptaannya sendiri berjudul “Tradisi Nusantara di Ujung Senja.” Penampilan penuh penghayatan itu mengantarkannya meraih trofi penghargaan, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp.200.000.

Di balik keberhasilannya, Damar sempat menghadapi kendala transportasi dan biaya akomodasi selama mengikuti lomba. “Dengan niat tulus dan semangat membawa nama baik Ma’had Aly Tebuireng, saya tetap berangkat dan berjuang sampai akhir,” tuturnya.

Baca Juga: Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Raih Juara II MQK Tingkat Kota Tangerang

Baginya, puisi bukan hanya seni kata, tetapi juga cerminan nurani dan media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan. “Melalui puisi, saya belajar memahami makna perjuangan, rasa, dan keindahan dalam kesederhanaan,” katanya.

Kini, mahasiswa semester 3 Ma’had Aly Tebuireng itu telah mengoleksi delapan gelar juara dalam berbagai kompetisi puisi, termasuk enam di tingkat nasional, satu di tingkat Jawa Timur–Bali, dan satu di tingkat kabupaten.

Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya. “Saya ingin terus memperdalam sastra dan membawa nama baik Ma’had Aly Tebuireng di ajang-ajang nasional,” pungkasnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary